Kenapa Wanita Lebih Berisiko Alami Gangguan Jiwa Dibanding Pria?

Gangguan Bipolar (GB) atau gangguan jiwa yang bersifat episodik ternyata lebih berisiko dialami wanita dibanding pria

Diterbitkan 18 Juni 2014, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Gangguan Bipolar (GB) atau gangguan jiwa yang bersifat episodik ternyata lebih berisiko dialami wanita dibanding pria. Hal ini karena wanita mengalami siklus mood dalam hidupnya yang bisa berubah tergantung hormon estrogennya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Seksi Bipolar dan Gangguan Mood lainnya Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, Dr. dr. Nurmiati Amir, SpKJ (K). Menurutnya, gejala bipolar yang mucul pada perempuan terkait pada hormonal sehingga memengaruhi gangguan mood.

"Wanita mengalami masa haid, hamil, melahirkan hingga menopause. Hormon estrogen berperan besar sehingga wanita lebih banyak mengalami bipolar dibanding pria," kata Nurmiati yang ditemui dalam acara Seminar Gangguan Bipolar dalam Kaitannya dengan pemakaian Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya di Hotel JW Marriott, Rabu (18/6/2014).

Gangguan bipolar juga disebut bersifat kronik, serius dan sering berpotensi fatal yang mengakibatkan kecelakaan. Angka kematian akibat gangguan bipolar 2-3 kali lebih tinggi daripada skizofrenia dan angka kematian ini meningkat terkait dengan komorbiditas penggunaan zat dan penyakit medis lainnya, tetapi penyebab kematian terbanyak akibat bunuh diri.