Sukses

Lukisan di Lemari Besi Swiss Karya Leonardo da Vinci yang Hilang?

Sebuah lukisan yang dikaitkan dengan maestro Leonardo da Vinci, ditemukan di lemari besi sebuah bank Swiss.

Lukisan, yang mengabadikan Isabella d’Este, perempuan terhormat dari masa Renaissance -- ditemukan di antara 400 koleksi pribadi milik keluarga asal Italia yang tak mau diungkap identitasnya. Itu diduga adalah versi komplit dari sketsa  pensil yang dilukis da Vinci di Mantua di willayah Lombardy, utara Italia, pada 1499 -- yang kini tergantung di dinding Museum Louvre, Paris.

Sebelumnya, selama berabad-abad terjadi perdebatan di kalangan sejarawan seni, apakah Leonardo punya waktu untuk mengembangkan sebuah sketsa menjadi sebuah lukisan.

Alkisah, dulu, setelah melihat karya da Vinci,  Isabella d’Este menyurati sang maestro, memohon untuk membuat lukisan. Namun tak lama setelanya, da Vinci memulai salah satu karya terbesarnya,  The Battle of Anghiari  di dinding Balaikota Florence, dan kemudian pada 1503 ia mulai mengerjakan Mona Lisa.

Sejarawan seni sudah lama meyakini, da Vinci kehabisan waktu -- atau mungkin tak tertarik -- menyelesaikan pesanan Isabella d’Este. Hanya sempat membuat sketsa. Kini muncul bukti, mungkin ia telah menyelesaikannya. Bisa jadi karena pemesannya adalah perempuan terkemuka di zamannya, dari Roma di tahun 1514.

Uji ilmiah menunjukkan, lukisan cat minyak itu adalah diduga kuat karya da Vinci. Demikian ujar Carlo Pedretti, profesor emeritus sejarah seni dan ahli studi Leonardo da Vinci dari University of California, Los Angeles.

"Tak ada keraguan, lukisan potret itu adalah karya da Vinci," kata dia kepada surat kabar Corriere della Sera, seperti dimuat Telegraph, 4 Oktober 2013. "Aku bisa dengan cepat mengenali karyanya, khususnya  wajah di lukisan itu."

Uji ilmiah menunjukkan, jenis pigmen dalam potret tersebut sama seperti yang digunakan Leonardo. Dan lapisan dasar dalam kanvas juga biasa digunakan oleh jenius Renaissance itu.

Uji karbon, yang dilakukan oleh laboratorium spektrometri massa di University of Arizona menunjukkan, potet tersebut dilukis pada 1460-1650.

Namun,  perlu ada analisis lebih lanjut untuk menentukan apakah unsur-unsur tertentu dalam potret -- terutama tiara emas di kepala wanita bangsawan dan daun palem di tangannya -- merupakan hasil karya Leonardo atau salah seorang muridnya.

Murid itu mungkin Gian Giacomo Caprotti, yang dijuliki Salai, yang diangkat anak saat masih bocah -- pada 1490 ketika berusia 10 tahun, namun belakangan disebut sebagai kekasih sesama jenis Leonardo.

Potret yang ditemukan  memiliki kemiripan yang mencolok dengan sketsa Leonardo di Louvre --  postur wanita, gaya rambut dan gaunnya yang hampir sama , sementara senyum misteriusnya mengingatkan pada Mona Lisa .

Kalau benar itu lukisan da Vinci, nilainya bisa puluhan juta poundsterling. Sebagai ilustrasi, 10 juta poundsterling setara dengan Rp 184.5 miliar. Apalagi, hanya 15-20 karya asli da Vinci yang tersisa di dunia.

Tapi masih ada keraguan soal apakah lukisan itu benar-benar karya Leonardo. Potret ditemukan di Swiss yang dilukis di atas kanvas, sedangkan da Vinci suka dan nyaris selalu menorehkan kuas di permukaan papan kayu.

"Kanvas tidak digunakan oleh Leonardo atau siapa pun di lini produksinya," kata Martin Kemp, profesor emeritus di Trinity College, Oxford. Meski, soal Leonardo, satu hal yang kita pelajari dari dia selama ini adalah: jangan pernah terkejut." Da Vinci selalu penuh kejutan. (Ein)