Obama `Ngambek` Dialog dengan Putin karena Snowden, Rusia Kecewa

AS batalkan pertemuan antara Obama dengan Putin yang dijadwalkan September mendatang. Gara-gara Edward Snowden.

Diterbitkan 08 Agustus 2013, 09:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Amerika Serikat membatalkan pembicaraan antara Obama dan Presiden Vladimir Putin yang dijadwalkan pada September mendatang, setelah Rusia memberikan suaka pada pembocor rahasia intelijen AS, Edward Snowden.

Keputusan AS membuat pihak Kremlin kecewa berat. Penasehat bidang luar negeri Putin, Yuri Ushakov mengatakan, langkah tersebut menandakan, Negeri Paman Sam tak bisa mengembangkan hubungan dengan Rusia "atas dasar kesetaraan".

Apalagi, kata dia, Rusia tak bisa disalahkan terkait urusan Snowden. "Keputusan AS jelas terkait situasi mantan agen, Edward Snowden, yang sama sekali bukan ditimbulkan pihak kami," kata dia, seperti dimuat BBC, 7 Agustus 2013.

Juga bukan salah Rusia yang tak mengekstradisi Snowden ke negara asalnya. "Selama bertahun-tahun AS selalu menghindar terkait penandatanganan perjanjian ekstradisi," kata Ushakov. "Dan mereka selalu merespon negatif permintaan kami yang mengajukan ekstradisi terhadap sejumlah orang yang melakukan tindakan kriminal di teritori Rusia."

Namun, dia menambahkan, undangan untuk pertemuan bilateral masih terbuka. "Wakil Rusia siap untuk terus bekerja sama dengan mitra Amerika di semua isu-isu kunci dalam agenda bilateral dan multilateral," kata Ushakov.

Pembatalan diumumkan selama perjalanan Obama ke Los Angeles. Sebagai buntut pernyataan Obama yang mengaku "kecewa" dengan keputusan Rusia memberikan suaka selama setahun pada Snowden.

Obama juga mengecam UU anti-gay di Rusia dalam acara bincang-bincang di televisi,  The Tonight Show with Jay Leno. "Saya tidak punya cukup kesabaran untuk negara-negara yang mencoba untuk memperlakukan gay, lesbian atau transgender dengan cara yang mengintimidasi mereka atau berbahaya bagi mereka," kata Obama.

Sebelumnya, seorang staf Gedung Putih mengatakan suaka yang diberikan Rusia pada Snowden memperdalam ketegangan hubungan dua negara.

Meski demikian, Obama tetap akan menghadiri KTT G20 di  St Petersburg. Obama dan Putin kali terakhir bertemu pada Juni lalu,  di sela-sela pertemuan puncak G8 di Irlandia Utara. (Ein)