Israel Deportasi 2 Relawan Asing Pembawa Bantuan Gaza

Kedua aktivis ini diculik Israel dari perairan internasional.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 16:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Israel mendeportasi dua aktivis asing yang ditangkap dari sebuah flotilla atau rombongan kapal bantuan menuju Gaza di perairan internasional. Demikian menurut Kementerian Luar Negeri Israel.

Dua aktivis tersebut adalah Saif Abu Keshek, warga negara Spanyol keturunan Palestina, dan Thiago Avila asal Brasil. Mereka termasuk di antara puluhan aktivis yang berlayar bersama flotilla ketika kapal mereka dicegat oleh Angkatan Laut Israel di lepas pantai Pulau Kreta, Yunani, pada 30 April.

Setelah dicegat, keduanya ditahan oleh pasukan Israel dan dibawa ke Israel untuk menjalani pemeriksaan. Sementara itu, para aktivis lainnya dibawa ke Kreta dan kemudian dibebaskan.

"Saif Abu Keshek dan Thiago Avila, yang menurut Israel terlibat dalam aksi flotilla yang provokatif, dideportasi hari ini dari Israel," tulis Kementerian Luar Negeri Israel di platform X pada Minggu (10/5). 

Dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial, Abu Keshek mengatakan dirinya telah tiba di Athena, Yunani. Ia berterima kasih kepada tim hukum dan semua pihak yang mendukungnya.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang telah bergerak membantu, tim hukum kami Adalah, keluarga saya, istri dan anak-anak saya, serta rekan-rekan saya dalam gerakan ini," kata Abu Keshek dalam video yang dibagikan oleh Global Sumud Flotilla di X.

Kementerian Luar Negeri Israel menyebut Abu Keshek diduga memiliki hubungan dengan organisasi yang mereka sebut sebagai "teroris". Sementara itu, Avila dituduh terlibat dalam aktivitas ilegal.

Namun, keduanya membantah tuduhan tersebut. Mereka mengatakan bahwa pelayaran itu merupakan misi kemanusiaan untuk membantu warga sipil di Gaza. Mereka menilai penangkapan yang dilakukan di perairan internasional sebagai tindakan yang melanggar hukum.

Sebelumnya, Spanyol, Brasil, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan agar kedua aktivis itu segera dibebaskan.

Banding Ditolak

Pada Rabu (6/5), pengadilan Israel menolak banding yang diajukan untuk menggugat penahanan keduanya. Kelompok hak asasi manusia yang mendampingi mereka kemudian menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang "melanggar hukum".

Global Sumud Flotilla berangkat dari Prancis, Spanyol, dan Italia dengan tujuan menembus blokade Israel terhadap Gaza serta mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina yang terdampak perang.

Pelayaran pertama flotilla itu pada tahun lalu juga sempat dicegat oleh pasukan Israel di lepas pantai Mesir dan Gaza.

Israel mengontrol seluruh akses masuk ke Gaza, wilayah yang telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.

Sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, wilayah tersebut mengalami kekurangan berbagai kebutuhan penting.

Perang telah menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada bantuan kemanusiaan. Namun, lembaga-lembaga kemanusiaan mengatakan bantuan yang masuk berjalan sangat lambat karena Israel pada waktu tertentu menghentikan penyaluran bantuan sepenuhnya.