11 Mei 1985: Tragedi Kebakaran Stadion Bradford City, 56 Orang Tewas

Insiden pada 11 Mei 1985 adalah momen tragedi besar yang mengubah standar keselamatan stadion di Inggris.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - 11 Mei 1985 tepat empat puluh tahun yang lalu, sebuah hari yang seharusnya menjadi pesta juara bagi Bradford City berubah menjadi salah satu bencana paling kelam dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada 11 Mei 1985, stadion Valley Parade dilanda kebakaran hebat yang merenggut 56 nyawa hanya dalam hitungan menit. 

Hari itu dimulai dengan atmosfer penuh kegembiraan. Bradford City dijadwalkan menerima trofi Divisi Ketiga setelah sukses meraih promosi. Komentator John Helm mengenang hari itu sebagai hari yang sangat indah dengan sinar matahari yang cerah. Kapten tim, Peter Jackson, merasa sangat bangga bisa memimpin klub kampung halamannya merayakan gelar juara pertama mereka sejak 1929. Dilansir dari BBC pada Senin (11/5/2026). 

Namun, ketenangan pertandingan melawan Lincoln City pecah pada menit ke-40. Helm melihat percikan api kecil di tribun utama. "Hanya dalam empat setengah menit, seluruh tribun itu lenyap. Begitu dahsyatnya kebakaran tersebut," kenang Helm.

Linda Norton, seorang penggemar yang kala itu sedang hamil empat bulan, awalnya mengira asap yang muncul adalah bom asap. Namun, kepanikan segera melanda saat api membesar. Ia dan suaminya terpaksa turun ke lapangan demi menyelamatkan diri sementara tribun di belakang mereka ludes terbakar.

Di tengah kekacauan, kru televisi terus merekam kejadian tersebut meskipun mendapatkan protes dari beberapa orang yang emosional. Rekaman itu kini menjadi arsip berharga yang masih digunakan oleh layanan darurat untuk pelatihan penanganan bencana hingga saat ini.

 

Kesadaran Pahit di Balik Tragedi Stadion

Bencana ini juga menyisakan trauma mendalam bagi mereka yang tidak berada di lokasi. Steve Ding, yang sedang berada di London, baru mengetahui tragedi itu melalui siaran televisi. Ia sempat mengira kerusuhan hooliganisme terjadi, sebelum menyadari kengerian yang sebenarnya menimpa stadion tempat ayah dan kerabatnya menonton.

Rasa tidak percaya juga dialami oleh Linda Norton. Saat berhasil sampai di rumah, ia mengira hanya satu orang yang terluka karena serangan jantung. Namun, berita di televisi terus memperbarui jumlah korban tewas setiap beberapa menit, sebuah fakta yang sulit diterima oleh para saksi mata.

Tragedi ini berakhir dengan total 56 korban jiwa—54 pendukung Bradford dan dua pendukung Lincoln City. Sebagai penghormatan abadi, nama kedua pendukung Lincoln, Bill Stacey dan Jim West, kini diabadikan sebagai nama salah satu tribun di stadion Sincil Bank milik Lincoln City.