Truk Bermuatan 12 Ton Cokelat KitKat Dicuri di Eropa

Apa kata pihak Nestlé soal pencurian produknya ini?

Diterbitkan 31 Maret 2026, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Roma - Sebuah pengiriman besar cokelat KitKat dilaporkan dicuri saat dalam perjalanan menuju distributor, menjadikannya salah satu kejahatan besar di industri cokelat.

Insiden ini terjadi pada 26 Maret, ketika sebuah truk yang mengangkut 413.793 batang cokelat—setara dengan sekitar 12 ton—dibajak saat melintas di Eropa. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh Agence France-Presse.

Pihak Nestlé, sebagai perusahaan induk KitKat, membenarkan kejadian tersebut kepada The Guardian. Dalam keterangannya, Nestlé menyatakan bahwa mereka tengah melakukan penyelidikan bersama otoritas setempat dan mitra rantai pasok untuk mengungkap kasus ini.

Truk yang membawa muatan cokelat tersebut diketahui berangkat dari sebuah pabrik di Italia bagian tengah dan sedang menuju Polandia saat aksi pencurian terjadi. Hingga kini, baik kendaraan maupun muatan cokelat yang dibawa belum berhasil ditemukan. Pihak Nestlé, sebagaimana disampaikan kepada The Athletic, juga memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Nestlé menyampaikan dengan nada bercanda yang merujuk pada slogan KitKat, "Kami selalu mendorong orang untuk ‘have a break’ bersama KitKat. Tapi kali ini, para pencuri tampaknya menafsirkan pesan itu terlalu harfiah—mereka 'ambil jeda' dengan membawa lebih dari 12 ton cokelat kami." 

Lebih lanjut, perusahaan menegaskan bahwa meskipun mereka menghargai "selera luar biasa" para pelaku, pencurian kargo kini menjadi masalah yang semakin meningkat bagi berbagai bisnis. Dengan metode kejahatan yang semakin canggih, Nestlé memutuskan untuk mempublikasikan kejadian ini guna meningkatkan kesadaran terhadap tren kriminal yang kian marak.

Cokelat yang dicuri tersebut merupakan bagian dari lini baru bertema balap mobil Formula 1, yang diluncurkan setelah KitKat menjadi cokelat resmi Formula One tahun lalu. Produk ini memiliki bentuk menyerupai mobil balap, namun tetap mempertahankan ciri khas wafer berlapis cokelat ala KitKat.

Nestlé juga memperingatkan bahwa produk hasil curian tersebut berpotensi beredar di pasar tidak resmi. Jika hal tersebut terjadi, aparat penegak hukum dapat melacaknya melalui kode batch yang tertera pada setiap batang cokelat.

Hingga saat ini, investigasi masih berlangsung dan pihak berwenang terus berupaya menemukan pelaku serta mengamankan kembali barang yang dicuri.