Kebakaran Pabrik Suku Cadang Mobil di Korea Selatan Tewaskan 14 Orang, 60 Lainnya Terluka

Sebagian korban mengalami cedera akibat melompat dari bangunan, sementara lainnya menderita akibat menghirup asap tebal.

Diterbitkan 21 Maret 2026, 22:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Sebanyak 14 orang dilaporkan tewas dan 25 lainnya mengalami luka serius dalam kebakaran yang terjadi di sebuah pabrik suku cadang mobil di kota Daejeon, Korea Selatan, pada Jumat (20/3/2026). Informasi ini disampaikan oleh otoritas pemadam kebakaran setempat pada Sabtu (21/3).

Menurut Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan, kebakaran tersebut terjadi sekitar waktu makan siang pada hari Jumat dan baru berhasil dikendalikan pada pukul 23.48 waktu setempat. Selain korban tewas dan luka berat, sebanyak 35 orang lainnya dilaporkan mengalami luka ringan.

Pabrik yang terbakar diketahui dimiliki oleh perusahaan Anjun Industrial, yang memproduksi katup mesin dan merupakan pemasok bagi produsen mobil seperti Hyundai dan Kia. 

Dalam pernyataan yang dirilis melalui situs perusahaan, CEO Sohn Ju-hwan menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia juga menyatakan bahwa perusahaan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang, melakukan investigasi terkait penyebab kebakaran, meninjau sistem keselamatan dan inspeksi yang ada, serta segera menerapkan langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Demikian seperti dikutip dari laporan CNA.

Pemerintah Korea Selatan segera mengaktifkan sistem manajemen bencana terpusat setelah Presiden Lee Jae Myung memerintahkan penggunaan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menangani kebakaran dan menyelamatkan korban.

Otoritas pemadam kebakaran melaporkan bahwa satu korban ditemukan di lantai pertama, empat korban di lantai kedua, dan sembilan korban lainnya di lantai ketiga bangunan pabrik. Lebih dari 500 personel yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, polisi, dan tim darurat dikerahkan untuk memadamkan api dan melakukan operasi penyelamatan.

Kepala pemadam kebakaran Distrik Daedeok Nam Deuk-woo menyatakan bahwa kobaran api menghancurkan bangunan pabrik yang pada awalnya tidak dapat dimasuki oleh petugas karena kekhawatiran akan kemungkinan runtuh. Nam mengungkapkan bahwa lebih dari 100 kilogram bahan kimia yang sangat reaktif berhasil diamankan dari area tersebut.

Menurut kantor berita Yonhap, sekitar 170 pekerja berada di dalam pabrik saat kebakaran terjadi. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti.

Dalam upaya penanganan, sekitar 120 kendaraan dan peralatan dikerahkan, termasuk pesawat, kendaraan meriam air tanpa awak, serta dua robot pemadam kebakaran yang digunakan untuk menjangkau area sulit diakses.  Â