Liputan6.com, Islamabad - Serangan udara yang dilancarkan Pakistan ke pusat rehabilitasi narkoba Omid di Kabul pada 16 Maret menjadi insiden paling mematikan dalam konflik Afghanistan–Pakistan yang memanas sejak akhir Februari. Otoritas Taliban Afghanistan melaporkan lebih dari 400 orang tewas dan 250 lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Fasilitas Omid diketahui memiliki kapasitas hingga 2.000 pasien dan selama ini menangani krisis kecanduan narkoba yang meluas di Afghanistan. Namun, misi bantuan PBB di Afghanistan, United Nations Assistance Mission in Afghanistan, hingga 18 Maret baru mengonfirmasi sedikitnya 143 korban tewas, dikutip dari laman The Diplomat, Jumat (20/3/2026).
Pakistan membantah telah menargetkan fasilitas sipil. Islamabad menyatakan operasi militernya secara spesifik menyasar instalasi militer dan infrastruktur yang terkait dengan kelompok teroris. Meski demikian, menurut hukum humaniter internasional, serangan terhadap fasilitas medis tetap dilarang dalam kondisi apa pun.
Advertisement
Sebelum serangan di Kabul, UNAMA telah mencatat sedikitnya 75 warga sipil tewas dan 193 lainnya terluka sejak konflik kembali pecah. Lebih dari separuh korban berasal dari kalangan perempuan dan anak-anak.
Insiden ini sekaligus mempersempit peluang tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat. Upaya mediasi yang difasilitasi Qatar sebelumnya telah gagal pada akhir Februari, sementara inisiatif diplomatik yang dipimpin China juga belum membuahkan hasil. Serangan terhadap infrastruktur sipil dinilai semakin memperkeras sikap Kabul dan meningkatkan tekanan domestik terhadap pemerintah Taliban untuk tidak berkompromi.
Di tengah eskalasi militer, tekanan ekonomi terhadap Afghanistan juga kian memburuk. Penutupan perbatasan oleh Pakistan, termasuk di jalur utama Torkham, telah menghentikan sekitar 35 hingga 40 persen aktivitas perdagangan Afghanistan. Kerugian ekonomi diperkirakan telah melampaui 240 juta dolar AS sejak pertengahan Februari.
Jalur Perdagangan Iran Terganggu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524827/original/029106400_1773015315-5.jpg)
Di sisi lain, jalur perdagangan melalui Iran juga terganggu akibat konflik di Timur Tengah. Pembatasan ekspor dari Teheran serta gangguan operasional di pelabuhan Chabahar semakin mempersempit akses logistik Kabul. Situasi ini menempatkan Afghanistan dalam tekanan ekonomi ganda, memperburuk kondisi negara yang sudah rapuh.
Program Pangan Dunia bahkan memperkirakan sekitar 17,4 juta warga Afghanistan akan menghadapi kerawanan pangan akut pada 2026.
Sebaliknya, Pakistan dinilai memiliki keunggulan struktural dalam menghadapi krisis. Negara tersebut masih memiliki akses laut serta kemampuan menjaga rantai pasokan energi, termasuk melalui pengawalan kapal-kapal komersial di jalur konflik. Kondisi ini memungkinkan Islamabad mempertahankan operasi militernya, sementara kapasitas Afghanistan untuk bertahan terus melemah.
Pakistan menyatakan serangan lintas batas dilakukan sebagai respons terhadap aktivitas kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan, yang dituduh mendapat perlindungan dari Taliban Afghanistan. Namun, sejumlah data menunjukkan sebagian besar serangan kelompok tersebut justru terjadi di dalam wilayah Pakistan sendiri, khususnya di kawasan Khyber Pakhtunkhwa.
Advertisement
Serangan ke Aparat Pakistan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4514928/original/079084200_1690357362-AP23206574417023.jpg)
Dalam setahun terakhir, TTP dilaporkan melancarkan lebih dari 600 serangan terhadap aparat keamanan Pakistan. Kekerasan domestik ini kemudian memicu respons militer lintas batas, yang berujung pada siklus eskalasi antara kedua negara.
Sementara itu, Afghanistan mulai mengalihkan orientasi ekonominya dengan memperkuat hubungan perdagangan dan pembangunan dengan India serta membuka jalur alternatif melalui Asia Tengah. Langkah ini dinilai sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap Pakistan.
Ketegangan yang terus meningkat, ditambah tekanan ekonomi dan korban sipil yang terus bertambah, memperlihatkan kompleksitas konflik yang kini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan kemanusiaan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4572019/original/078832800_1694495466-20230912-Konflik-Perbatasan-Pakistan-Afghanistan-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565390/original/085612300_1777022069-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550175/original/049388500_1775640004-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5534140/original/068218100_1773812316-serangan-udara-israel-ratakan-gedung-apartemen-di-beirut-tengah-ebf5bd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5532408/original/068589100_1773650896-serangan-udara-israel-renggut-12-nyawa-termasuk-anak-dan-ibu-hamil-42501e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524253/original/002395900_1772926454-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517895/original/072992800_1772442375-Banner_Infografis_Perang_H.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464139/original/027092000_1767680583-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4399279/original/050078000_1681789289-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534216/original/078504900_1773815031-Screenshot_2026-03-18_132233.jpg)