Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan negara-negara anggota NATO bahwa masa depan aliansi tersebut dapat menjadi sangat buruk jika mereka tidak membantu membuka kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran. Peringatan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan pada Minggu (15/3).
Dalam wawancara tersebut, Trump juga mengatakan bahwa ia dapat menunda rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping. Menurut dia, Washington ingin mengetahui lebih dahulu posisi Beijing terkait situasi di Selat Hormuz sebelum kunjungan yang direncanakan berlangsung.
"Saya pikir China juga seharusnya membantu karena China mendapatkan 90 persen minyaknya dari selat itu," kata Trump kepada Financial Times seperti dikutip CNA.
Advertisement
Â
Pernyataan tersebut muncul ketika Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng baru saja menyelesaikan hari pertama dari dua hari pembicaraan di Paris pada Minggu. Pertemuan itu bertujuan mengatasi berbagai kendala dalam gencatan senjata perdagangan antara kedua negara serta membuka jalan bagi rencana kunjungan Trump ke Beijing untuk bertemu Xi pada akhir Maret.
Trump mengatakan negara-negara yang memperoleh manfaat dari jalur pelayaran Selat Hormuz seharusnya ikut membantu menjaga keamanan kawasan tersebut agar tetap terbuka bagi pengiriman energi dunia.
"Sudah sepatutnya pihak-pihak yang menjadi penerima manfaat dari selat itu ikut memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi di sana," ungkap Trump kepada Financial Times.
Sehari sebelumnya, Sabtu (14/3), Trump menyerukan agar sejumlah negara, termasuk China, Perancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris mengirimkan kapal ke kawasan tersebut. Seruan itu disampaikan di tengah berlanjutnya perang Iran, yang diawali dengan serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Ketika diminta menjelaskan bentuk bantuan yang diharapkan, Trump mengatakan dukungan itu dapat berupa kapal penyapu ranjau dan berbagai aset militer lainnya untuk menghadapi ancaman drone serta ranjau laut.
"Kami menyerang mereka dengan sangat keras," tutur Trump mengenai pasukan Iran. "Mereka tidak punya apa-apa lagi selain membuat sedikit masalah di selat itu… orang-orang ini adalah pihak yang diuntungkan dan mereka seharusnya membantu kami mengawasinya."
Iran secara efektif menutup Selat Hormuz setelah serangan pada 28 Februari.
Sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta gas alam cair biasanya melewati Selat Hormuz, jalur air sempit yang berada di antara Iran dan Oman.
Â
Ancaman terhadap Pulau Kharg
Trump memperingatkan pula bahwa Washington dapat melancarkan serangan tambahan terhadap Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama ekspor minyak Iran. Ia mengatakan pasukan AS dapat menargetkan infrastruktur minyak di wilayah tersebut jika diperlukan.
"Kami bisa menyerangnya dalam lima menit," kata Trump. "Dan tidak ada satu pun yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya."
Trump pada saat yang sama mengkritik respons Inggris setelah berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Ia menilai Inggris lambat dalam memberikan dukungan terhadap upaya menjaga keamanan Selat Hormuz.
"Inggris mungkin dianggap sebagai sekutu nomor satu… tetapi ketika saya meminta mereka datang, mereka tidak ingin datang," ungkap Trump, seraya menambahkan bahwa Inggris baru menawarkan pengiriman kapal setelah AS sebelumnya mengurangi kemampuan militer Iran.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526255/original/056299800_1773115830-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3917106/original/025616500_1643322241-065048400_1521798705-800px-Flag_of_NATO.svg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409459/original/084990600_1479451750-Xi_Jinping.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8494563/original/017386300_1782411005-c58cee05-24b7-4bd4-8479-0b9e2df2ac4b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8484279/original/013090500_1782396796-mail.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)