Liputan6.com, New Delhi - Pagi hari 12 Maret 1930, suasana di Sabarmati Ashram, dekat Ahmedabad, India, terasa berbeda dari biasanya. Di halaman ashram itu, seorang pria kurus berkacamata bundar, mengenakan kain putih sederhana, bersiap memulai perjalanan panjang yang kelak mengubah arah sejarah India. Ia adalah Mahatma Gandhi, pemimpin gerakan kemerdekaan yang dikenal dengan prinsip perlawanan tanpa kekerasan atau Satyagraha.
Hari itu Gandhi meninggalkan ashram bersama 78 pengikutnya, memulai perjalanan kaki menuju desa pesisir Dandi di Gujarat, sekitar 385 kilometer dari Sabarmati. Perjalanan ini kemudian dikenal sebagai Salt March, sebuah aksi pembangkangan sipil yang dipimpin Gandhi untuk memprotes kebijakan kolonial Inggris yang memonopoli produksi dan penjualan garam di India. Demikian seperti dilaporkan BBC History.
Pada masa pemerintahan kolonial, rakyat India dilarang memproduksi atau menjual garam sendiri. Padahal garam merupakan kebutuhan pokok sehari-hari bagi semua lapisan masyarakat. Pemerintah kolonial memaksa rakyat membeli garam dari pemerintah dengan harga yang dikenai pajak tinggi, sebuah kebijakan yang menurut The British Library menjadi simbol penindasan ekonomi dalam sistem kolonial Inggris di India.
Advertisement
Sebelum memulai aksinya, Gandhi sebenarnya telah mengirim surat kepada Lord Irwin, Viceroy Inggris di India—wakil raja yang memerintah koloni—untuk menuntut perubahan kebijakan pajak garam. Namun, tuntutan itu tidak mendapat tanggapan. Karena itulah Gandhi memutuskan memulai gerakan pembangkangan sipil secara damai, sebagaimana dijelaskan sejarawan Judith M. Brown dalam bukunya "Gandhi: Prisoner of Hope".
Perjalanan dari Sabarmati menuju Dandi berlangsung selama 24 hari. Setiap hari Gandhi dan para pengikutnya berjalan melewati desa-desa di wilayah Gujarat. Di setiap tempat yang disinggahi, Gandhi berbicara kepada masyarakat tentang ketidakadilan pajak garam dan pentingnya melawan penindasan tanpa kekerasan.
Seiring berjalannya waktu, rombongan kecil itu berubah menjadi arus manusia; ribuan orang bergabung dalam perjalanan, menarik perhatian media internasional secara luas.
Puncak aksi terjadi pada 6 April 1930, ketika Gandhi tiba di pantai Dandi. Di hadapan para pengikutnya, ia membungkuk dan mengambil segenggam lumpur asin dari pantai untuk diolah menjadi garam. Tindakan sederhana itu secara simbolis melanggar hukum kolonial Inggris. Peristiwa ini memicu gelombang pembangkangan sipil di seluruh India, di mana jutaan rakyat mulai memproduksi garam sendiri dan memboikot barang-barang Inggris.
Meskipun pemerintah kolonial merespons dengan penangkapan besar-besaran terhadap lebih dari 60.000 orang termasuk Gandhi, gerakan ini tidak dapat dihentikan.
Pada akhirnya, Salt March bukan sekadar protes terhadap pajak garam, melainkan titik balik yang meruntuhkan legitimasi moral penjajahan Inggris di mata dunia. Aksi ini memaksa pemerintah kolonial untuk pertama kalinya bernegosiasi sejajar dengan Gandhi melalui Pakta Gandhi-Irwin pada tahun 1931.
Meskipun kemerdekaan penuh baru tercapai 17 tahun kemudian, keberhasilan Gandhi menggerakkan jutaan rakyat melalui prinsip Satyagraha telah membuktikan bahwa kekuatan moral rakyat jauh lebih perkasa daripada senjata kolonial, sekaligus menginspirasi gerakan hak sipil di seluruh dunia di masa depan.
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528193/original/006639000_1773247918-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411690/original/061832400_1479707390-India.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411698/original/040353100_1479708120-Inggris.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258474/original/070070600_1781346469-AP26163500989479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3314597/original/073889600_1606993116-20201203-Kementan-Targetkan-8_2-Juta-Hektare-Sawah-untuk-20-Juta-Ton-Beras-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984093/original/089195600_1730181989-secret-2681508_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260627/original/045299700_1781613980-IMG_3574.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8259000/original/072319200_1781432690-260614-fanatik-tingkat-dewa-pria-india-cat-rumah-dan-mobil-demi-timnas-brasil-569a87.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8258996/original/031770800_1781432340-260614-demam-piala-dunia-2026-menggila-di-india-raksasa-ronaldo-menjulang-4836f6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163765/original/058418400_1742049945-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256970/original/080136900_1781179689-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537462/original/032392100_1774424542-AP26082515357693.jpg)