Cerita Rasa Nusantara Hadir di Yunlin Taiwan Lewat Buku Karya Imigran Indonesia

Buku ini disusun oleh lima imigran Indonesia. Berikut informasi selengkapnya.

Diterbitkan 08 Maret 2026, 19:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Taipei - Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Yunlin, Taiwan, meluncurkan sebuah buku bergambar dwibahasa Indonesia–Mandarin berjudul "Berkah Tanah Tropis – Perjalanan Produk Pertanian dan Khas Indonesia" pada Minggu (1/2/2026). Buku tersebut dibuat oleh lima imigran baru asal Indonesia dan bertujuan memperkenalkan kekayaan produk pertanian serta budaya kuliner Nusantara kepada masyarakat luas.

Acara peluncuran buku ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya, mulai dari pertunjukan tari tradisional hingga penyajian hidangan khas Indonesia yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Dalam siaran persnya, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Yunlin menyampaikan bahwa buku ini merupakan karya terbaru dari program "Klub Membaca dan Membuat Buku Bergambar untuk Keluarga Imigran Baru", yang kini telah memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya. Melalui ilustrasi berwarna cerah dan teks yang informatif, buku tersebut mengajak pembaca mengenal kekayaan alam Indonesia serta keragaman budaya Nusantara dari sudut pandang kuliner. Demikian seperti dikutip dari Central News Agency (CNA).

Wakil Kepala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Yunlin Chen Shih-hsun menjelaskan bahwa buku ini menampilkan berbagai produk pertanian Indonesia yang umum ditemui, namun sarat makna budaya. Salah satu contohnya adalah bakso beranak, hidangan khas Indonesia yang digambarkan sebagai simbol keberkahan dan harapan umur panjang.

Selain itu, buku ini juga menyoroti daun singkong yang di Taiwan sering disalahartikan hanya sebagai pakan babi. Melalui ilustrasi dan penjelasan dalam buku, bahan pangan tersebut diperkenalkan sebagai salah satu sayuran yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Chen menambahkan bahwa perbedaan budaya serta kisah-kisah menarik yang dituangkan dalam buku ini tidak hanya menjadi catatan tentang kuliner, tetapi juga menggambarkan perjalanan batin para imigran baru yang membangun kehidupan dan menancapkan akar di Yunlin.

Sejak 2014, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Yunlin bekerja sama dengan Asosiasi Kepedulian Sosial Kabupaten Yunlin untuk menyelenggarakan program pembuatan buku bergambar bagi keluarga imigran baru. Program ini mendampingi para peserta dari tahap membaca hingga menjadi kreator buku.

Melalui program tersebut, kerinduan para imigran terhadap kampung halaman serta pengalaman hidup mereka di negeri baru diubah menjadi karya buku bergambar yang menyentuh dan sarat makna budaya.