Profil Ahmad Vahidi, Sosok yang Ditunjuk Jadi Komandan Baru IRGC Iran

Penunjukan Ahmad Vahidi terjadi beberapa hari setelah serangan terkoordinasi yang diklaim dilakukan AS dan Israel ke Iran.

Diterbitkan 02 Maret 2026, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi dilaporkan ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menggantikan Mohammad Pakpour yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Laporan penunjukan itu pertama kali disampaikan oleh Daily Iran News di tengah eskalasi tajam konflik di kawasan.

IRGC merupakan pasukan elit yang memegang peran sentral dalam menjaga kelangsungan Republik Islam Iran sekaligus memperluas pengaruh Teheran di tingkat regional dan internasional.

Penunjukan Vahidi terjadi hanya beberapa hari setelah serangan terkoordinasi yang diklaim dilakukan AS dan Israel mengguncang struktur militer dan politik Iran.

Serangan tersebut tidak hanya menewaskan Pakpour, tetapi juga dilaporkan merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Kematian Khamenei sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan kemudian dikonfirmasi media pemerintah Iran. Pemerintah Teheran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Rekam Jejak Militer dan Politik

Ahmad Vahidi, yang memiliki nama lahir Vahid Shahcheraghi, bukan sosok baru dalam struktur pertahanan Iran. Ia dikenal sebagai salah satu anggota pendiri IRGC dan memiliki rekam jejak panjang di tubuh militer, dikutip dari laman Daily Iran News, Senin (2/3/2026).

Pada Desember 2025, Vahidi ditunjuk sebagai wakil panglima tertinggi IRGC.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan serta Menteri Dalam Negeri Iran, memperkuat posisinya sebagai figur kunci dalam lingkaran keamanan nasional.

Di internal IRGC, Vahidi pernah memimpin Pasukan Quds — unit yang bertanggung jawab atas operasi militer eksternal Iran serta pengelolaan jaringan aliansi bersenjata di kawasan. Ia disebut berperan dalam merumuskan strategi perang asimetris Iran dan membangun kemitraan regional yang menjadi fondasi proyeksi kekuatan Teheran.

Dengan jabatan barunya sebagai Panglima Tertinggi IRGC, Vahidi kini berada di garis depan respons militer Iran atas serangan terbaru.

 

Ancaman Operasi Terbesar

Di tengah transisi kepemimpinan tersebut, IRGC mengeluarkan peringatan keras. Dalam pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah, Garda Revolusi menyatakan tengah menyiapkan “operasi ofensif paling besar dan paling kuat dalam sejarah Republik Islam”, dengan sasaran Israel dan instalasi militer AS di kawasan.

Pernyataan itu juga memuat penghormatan terhadap Khamenei, yang mereka sebut sebagai “cendekiawan saleh, pembawa panji para martir Revolusi Islam, dan wakil sah Imam al-Mahdi.” IRGC menggambarkan kematian sang pemimpin sebagai “kemartiran yang membanggakan”.

Hingga kini, otoritas Iran belum merilis pengumuman resmi terkait detail pengangkatan Vahidi. Namun di tengah situasi yang terus memanas, penunjukan tersebut dinilai menjadi langkah strategis Teheran untuk memastikan kesinambungan komando militer dan kesiapan menghadapi potensi eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.