Liputan6.com, Manila - Amerika Serikat (AS) berencana mengerahkan lebih banyak sistem rudal berteknologi tinggi ke Filipina guna membantu menangkal agresi di Laut China Selatan. Rencana ini disampaikan setelah kedua negara sekutu tersebut pada Selasa (17/2/2026).
China sebelumnya telah berulang kali menyatakan kekhawatirannya atas pemasangan sistem rudal jarak menengah milik AS bernama Typhon di wilayah utara Filipina pada 2024, serta peluncur rudal anti-kapal yang ditempatkan tahun lalu. China menilai sistem persenjataan tersebut bertujuan membendung kebangkitannya dan memperingatkan bahwa langkah itu mengancam stabilitas kawasan.
China meminta Filipina untuk menarik peluncur rudal tersebut dari wilayahnya. Namun, Filipina yang dipimpin Presiden Ferdinand Marcos Jr. menolak permintaan tersebut.
Advertisement
Pejabat AS dan Filipina menggelar pertemuan tahunan pada Senin (16/2) di Manila untuk membahas perluasan kerja sama di bidang keamanan, politik, dan ekonomi, serta peningkatan kolaborasi dengan sekutu keamanan regional.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Selasa, kedua negara merinci rencana pertahanan dan keamanan tahun ini. Rencana tersebut mencakup latihan militer gabungan, dukungan AS untuk memodernisasi militer Filipina, serta penambahan penempatan sistem rudal dan sistem nirawak mutakhir AS di Filipina.
Kedua sekutu lama itu juga menegaskan dukungan mereka untuk menjaga kebebasan navigasi dan penerbangan, perdagangan yang sah tanpa hambatan, serta berbagai bentuk pemanfaatan laut yang sah bagi semua negara.
"Kedua pihak mengecam aktivitas ilegal, koersif, agresif, dan menipu China di Laut China Selatan, serta mengakui dampaknya yang merugikan terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan serta perekonomian Indo-Pasifik dan sekitarnya," demikian isi pernyataan tersebut.
Â
Â
Filipina: Murni Tindakan Pencegahan
Ketegangan antara kapal penjaga pantai China dan Filipina di perairan sengketa meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain kedua negara tersebut, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan turut terlibat dalam perselisihan wilayah di kawasan itu.
Meski demikian, kedua pihak tidak merinci lebih jauh rencana penempatan rudal tambahan tersebut.
Duta Besar Filipina untuk AS Jose Manuel Romualdez, yang ikut serta dalam pertemuan pada Senin, menyatakan bahwa pejabat pertahanan kedua negara membahas kemungkinan penempatan peluncur rudal AS yang telah ditingkatkan kemampuannya pada tahun ini. Filipina, kata dia, berpeluang mempertimbangkan pembelian sistem tersebut di masa mendatang.
"Ini adalah sistem yang sangat canggih dan akan ditempatkan di sini dengan harapan, ke depannya, kami dapat memiliki sistem sendiri," ujar Romualdez kepada The Associated Press.
Romualdez menambahkan bahwa sistem rudal Typhon yang dikerahkan Angkatan Darat AS ke wilayah utama Luzon di Filipina utara pada April 2024 dan peluncur rudal anti-kapal bernama Navy Marine Expeditionary Ship Interdiction System yang ditempatkan pada bulan yang sama tahun lalu di Luzon, saat ini masih berada di Filipina.
Dalam latihan gabungan, pasukan AS dilaporkan telah memamerkan sistem rudal tersebut kepada sejumlah personel militer Filipina untuk membiasakan mereka dengan kemampuan dan penggunaan senjata tersebut.
Romualdez menegaskan bahwa penempatan rudal AS di Filipina tidak dimaksudkan untuk memusuhi negara mana pun.
"Ini murni untuk pencegahan," katanya. "Setiap kali China menunjukkan bentuk agresi apa pun, hal itu justru memperkuat tekad kami untuk memiliki sistem seperti ini."
Peluncur rudal Typhon, yang merupakan sistem berbasis darat, dapat menembakkan rudal Standard Missile-6 dan Tomahawk Land Attack Missile. Rudal Tomahawk memiliki jangkauan lebih dari 1.000 mil atau sekitar 1.600 kilometer, yang membuat wilayah China berada dalam jangkauannya jika ditembakkan dari Luzon di Filipina utara.
Tahun lalu, Marinir AS menempatkan pula peluncur rudal anti-kapal Navy Marine Expeditionary Ship Interdiction System di Pulau Batan, Provinsi Batanes, yang menghadap Selat Bashi di selatan Taiwan.
Jalur laut tersebut merupakan rute perdagangan dan militer yang sangat penting, yang selama ini menjadi perhatian strategis baik bagi militer AS maupun China. Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291859/original/000039400_1753227958-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411684/original/055157700_1479706948-Filipina.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263705/original/015489300_1781963735-Noni_Madueke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8383836/original/060443200_1782262774-IMG-20260624-WA0005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261677/original/091626500_1781753480-063_2282078791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261521/original/040972300_1781736777-Croatia_s_Josko_Gvardiol__4__challenges_for_the_ball_with_England_s_Noni_Madueke__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258037/original/028342400_1781299407-000_B6XD8QZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4195384/original/025249000_1666079493-34_-_Wall_Street.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525189/original/026743800_1782455197-usha_vance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529068/original/035999300_1782460827-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)