Liputan6.com, Phnom Penh - Pemerintah Kamboja mengklaim telah menutup 190 pusat penipuan daring dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari operasi besar-besaran memberantas jaringan penipuan transnasional yang beroperasi dari wilayahnya.
“Ada sekitar 190 lokasi yang telah kami tutup sekarang,” kata Chhay Sinarith, menteri senior sekaligus Ketua Komisi Kamboja untuk Pemberantasan Penipuan Online, kepada Reuters di Phnom Penh pekan ini, dikutip dari laman Japan Today, Kamis (12/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan menjelang kunjungan pejabat pemerintah ke sebuah kompleks luas di Provinsi Kampot, dekat perbatasan Vietnam. Dalam kunjungan yang jarang diberikan kepada media, otoritas memperlihatkan salah satu lokasi yang disebut sebagai pusat operasi penipuan canggih yang menargetkan korban di berbagai negara.
Advertisement
Menurut Chhay, sebanyak 173 tokoh kriminal senior yang terkait dengan pusat-pusat tersebut telah ditangkap. Selain itu, sekitar 11.000 pekerja telah dideportasi dalam kampanye yang dimulai akhir tahun lalu.
Operasi ini dilakukan setelah Amerika Serikat mendakwa seorang terduga gembong penipuan kelahiran China, yang kemudian diekstradisi oleh Beijing. Langkah tersebut disebut sebagai salah satu tindakan internasional paling tegas terhadap jaringan kriminal yang berbasis di Asia Tenggara.
Sejak operasi digencarkan, ribuan pekerja di pusat-pusat penipuan dilaporkan melarikan diri dari kompleks-kompleks tersebut dalam beberapa pekan terakhir untuk kembali ke negara asal mereka. Sebagian dari mereka diduga merupakan korban perdagangan manusia yang dipaksa bekerja dalam kondisi keras.
Amnesty International menyebut situasi tersebut sebagai “krisis kemanusiaan”, mengingat banyak pekerja mengaku ditahan dan dipaksa menjalankan penipuan daring dengan ancaman kekerasan.
Di kompleks Kampot, wartawan diperlihatkan ruang kerja besar berisi deretan komputer dan meja dengan dokumen instruksi penipuan yang menyasar korban di Thailand. Di lokasi itu juga ditemukan bilik studio untuk panggilan telepon serta ruangan yang didesain menyerupai kantor polisi India palsu.
Kedutaan Besar India di Phnom Penh belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait temuan tersebut.
Ribuan Pekerja Kabur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483357/original/048737400_1769386706-17693300726975d59837610_Penanganan_WNI_20250125_2.jpg)
Otoritas menyatakan tidak ada penangkapan yang dilakukan di dalam kompleks kasino Kampot yang dikenal sebagai My Casino. Para pekerja disebut melarikan diri setelah penahanan terduga bos jaringan tersebut, taipan Ly Kuong.
Polisi mengakui keterbatasan personel menjadi kendala dalam mencegah eksodus massal itu.
“Kami hanya memiliki sekitar 1.000 polisi di seluruh provinsi dan ada sekitar 300 polisi militer,” kata Kepala Kepolisian Provinsi Kampot Mao Chanmothurith. “Bahkan dengan gabungan kedua pasukan, kami masih tidak dapat menghentikan mereka karena ada sekitar 6.000 hingga 7.000 dari mereka ketika mereka meninggalkan tempat ini.”
Detail kontak perwakilan Ly Kuong, yang kini ditahan, tidak segera tersedia.
Kunjungan media ke Kampot dilakukan sekitar sepekan setelah pejabat Thailand membawa delegasi asing meninjau kompleks serupa di wilayah Kamboja yang sebelumnya menjadi lokasi bentrokan perbatasan pada Desember lalu. Di lokasi tersebut, Reuters juga menemukan materi serupa, termasuk kantor polisi palsu dari berbagai negara dan dokumen-dokumen terkait operasi penipuan.
Selama bertahun-tahun, pemerintah Kamboja kerap mengecilkan keberadaan pusat-pusat penipuan di negaranya. Penindakan sebelumnya dinilai tidak efektif menghentikan ekspansi jaringan tersebut.
Namun, pejabat setempat menegaskan bahwa operasi terbaru ini memiliki cakupan lebih luas, dengan fokus pada penutupan fasilitas dan penangkapan para tokoh utama di balik jaringan penipuan internasional tersebut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480373/original/066146800_1769054891-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409475/original/099185100_1479452337-Kamboja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263225/original/037460900_1781869308-IMG-20260619-WA0012.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8137255/original/007132100_1780989370-HL_kamboja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459782/original/064524600_1767173893-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6398663/original/041635600_1779272999-IMG-20260520-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5622699/original/082401100_1778213650-Screenshot_2026-05-08_105805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496716/original/041026000_1770597133-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5443090/original/034043600_1765619153-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546781/original/065340600_1775367165-Focal_Point_Pohon_Tropis_____Satu_Pohon_Rindang___Semak_Rendah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)