Percaya Feng Shui, Warga China Diduga Picu Kecelakaan dengan Mengubah Posisi Cermin Lalu Lintas

Kini, bagaimana nasib dari warga China yang percaya dengan feng shui tersebut?

Diterbitkan 06 Februari 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang perempuan di Shanghai diduga menyebabkan sejumlah kecelakaan lalu lintas di lingkungan tempat tinggalnya setelah berulang kali mengubah posisi cermin lalu lintas di dekat rumahnya. Tindakan tersebut dilatarbelakangi keyakinan bahwa cermin itu membawa nasib buruk dan berdampak negatif pada kesehatannya berdasarkan kepercayaan feng shui.

Kasus ini terungkap setelah suami perempuan tersebut, yang identitasnya tidak diungkap, menjelaskan bahwa sang istri merasa mengalami rentetan kemalangan dan penurunan kondisi kesehatan dalam beberapa waktu terakhir. Untuk mencari penyebabnya, pasangan itu kemudian meminta saran seorang praktisi feng shui.

Menurut sang suami, ahli feng shui tersebut menyebut cermin lalu lintas yang telah terpasang di seberang rumah mereka selama lebih dari 10 tahun sebagai sumber energi negatif. Cermin itu dianggap mengganggu keseimbangan feng shui rumah dan diyakini membawa kesialan, dikutip dari laman Oddity Central, Jumat (6/2/2026).

Pasangan tersebut bahkan memandang cermin lalu lintas itu menyerupai “cermin pengungkap setan”, sebuah objek dalam mitologi Tiongkok yang dipercaya mampu memperlihatkan wujud asli makhluk jahat yang menyamar sebagai manusia. “Kami bukan setan. Kami tidak nyaman jika ada cermin pengungkap setan yang mengarah ke rumah kami,” ujar sang suami, seperti dikutip media setempat.

Dengan keyakinan tersebut, perempuan itu dilaporkan berulang kali menggeser posisi cermin agar tidak lagi menghadap ke rumah mereka. Namun, tindakan itu menuai keberatan dari warga sekitar yang menilai cermin tersebut penting bagi keselamatan pengendara, terutama untuk melihat kondisi tikungan jalan.

Untuk meredakan konflik, perusahaan pengelola properti setempat mengambil langkah kompromi dengan memasang cermin lalu lintas tambahan di sisi jalan yang berlawanan. Solusi ini dimaksudkan agar pengemudi tetap memiliki pandangan yang memadai, sementara kekhawatiran feng shui sang perempuan dapat diakomodasi.

 

Masalah Keberuntungan

Awalnya, perempuan tersebut menyetujui kesepakatan itu. Namun, ketika ia kembali merasa keberuntungannya memburuk, ia kembali mengutak-atik posisi cermin lalu lintas. Upaya mediasi yang dilakukan komite lingkungan setempat pun tidak membuahkan hasil, karena ia tetap bersikeras bahwa cermin tersebut membawa pengaruh buruk bagi feng shui rumahnya.

Situasi tersebut akhirnya dilaporkan kepada polisi. Aparat kepolisian kemudian memperingatkan perempuan itu bahwa ia dapat dimintai pertanggungjawaban hukum jika tindakannya menyebabkan kecelakaan lalu lintas atau membahayakan keselamatan publik.

Feng shui sendiri merupakan praktik geomansi tradisional Tiongkok yang berfokus pada pengaturan dan orientasi ruang berdasarkan aliran energi atau chi. Penganutnya meyakini bahwa penempatan objek di sekitar tempat tinggal dapat memengaruhi keberuntungan, kesehatan, dan kesejahteraan seseorang.