Akibat Perang Saudara di Libya, Pesanan HP Nokia Baru Sampai Setelah 16 Tahun

Seperti apa kisah dari pesanan ponsel yang tertahan di gudang selama bertahun-tahun ini diterima pembelinya?

Diterbitkan 22 Januari 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tripoli - Pesanan ponsel lipat Nokia yang dipesan sebelum perang saudara pada tahun 2011 baru sampai di tangan pembelinya setelah 16 tahun penantian.

Kisah yang membuat orang tertawa dan heran ini tentunya menjadi viral, mengetahui pesanan yang baru sampai setelah negara itu mengalami perang saudara selama lebih dari 15 tahun, hal ini dikarenakan layanan pengiriman seperti logistik dan bea cukai tidak dapat beroperasi sama sekali, melansir Oddity Central, Kamis (22/1/2026).

Pemilik dari kisah ini adalah seorang penjual ponsel yang bertempat tinggal di ibu kota, Tripoli, untuk mengisi stok dagangannya yang mana baru menerima ponsel tombol klasik Nokia dari pemesanan sejak 2010, setahun sebelum konflik antarsaudara ini memuncak.

Video yang beredar luas di media sosial itu pun menunjukkan penerima yang identitasnya tidak disebutkan terlihat membuka kemasan ponsel-ponsel tersebut dari kantong plastik merah sambil bertanya heran jika benda yang diterima ini masih dapat disebut ponsel atau artefak sejarah.

Ponsel yang dipesannya termasuk ke dalam model Nokia kelas atas pada akhir tahun 2000-an, termasuk perangkat seri Communicator dan ponsel geser yang bergaya—model yang dianggap berstandar modern pada masanya. 

Lucunya, penjual dan pembeli ponsel berada di kota yang sama dan hanya berjarak beberapa kilometer, tetapi konflik yang sedang berlangsung saat itu membuat pengiriman memakan waktu sangat lama.

Kisah pedagang ini pun menarik perhatian para pengguna media sosial yang mengatakan jika dampak dari perang dapat berimbas terhadap kehidupan sehari-hari, di mana keterlambatan pengiriman tersebut menunjukkan bagaimana situasi di Libya yang sedang panas dengan konflik bersenjata telah melumpuhkan infrastruktur hingga roda ekonomi setiap orang.