Liputan6.com, Budapest - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menuding para pemimpin Eropa secara diam-diam membentuk apa yang ia sebut sebagai “dewan perang” untuk merancang kemenangan dalam potensi Perang Dunia III.
Tuduhan itu disampaikan Orban dalam sebuah demonstrasi anti-perang pada Sabtu, 17 Januari 2026, dan segera memicu polemik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, dikutip dari laman IBT, Rabu (21/1/2026).
Dalam pidatonya, Orban mengatakan Uni Eropa telah meninggalkan jalur diplomasi dan beralih pada persiapan konfrontasi militer berskala besar. Ia memperingatkan bahwa blok tersebut bergerak bertahap menuju konflik langsung dengan Rusia.
Advertisement
Pernyataan itu muncul di tengah situasi internasional yang kian memanas. Perang di Ukraina masih berlangsung tanpa tanda-tanda mereda, sementara di sisi lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang NATO dengan dorongan agresif untuk mencaplok Greenland. Dalam konteks inilah Orban menyebut elite Eropa telah “membuat pilihan” untuk menghadapi Rusia secara terbuka.
Klaim Pertemuan Tertutup di Brussels
Orban, yang kerap berada di luar arus utama politik Uni Eropa, menggambarkan suasana pertemuan para pemimpin negara anggota di Brussels sebagai forum perencanaan militer berisiko tinggi, bukan sekadar debat kebijakan.
“Saya duduk di antara mereka dan mengatakan dengan tegas: mereka sedang bersiap untuk berperang,” ujar Orban di hadapan massa.
Menurutnya, para pemimpin negara besar Eropa, terutama Prancis dan Jerman, tidak lagi membicarakan perdamaian.
Diskusi, kata dia, justru terfokus pada skenario kekalahan total Rusia, termasuk memaksa Moskow membayar ganti rugi dan menarik kembali miliaran dolar yang selama ini dialokasikan untuk mendukung Ukraina.
“Mereka bukan anak-anak,” kata Orban, merujuk pada para pemimpin tersebut. Ia menilai keputusan anggaran dan militer yang diambil saat ini merupakan langkah awal menuju konflik global yang lebih luas.
Sikap Hungaria: Menjaga Jarak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985115/original/088460600_1649128531-viktor_Oraban_2.jpeg)
Orban menegaskan Hungaria akan mengambil posisi berbeda. Ia berjanji pemerintahannya akan “menutup pintu” terhadap keterlibatan langsung, baik dengan mengirim pasukan maupun dana ke garis depan.
Menurutnya, sikap itu bukan hanya soal prinsip anti-perang, tetapi juga pertimbangan ekonomi. “Jika Anda tidak punya uang, Anda tidak punya rencana besar,” katanya, seraya menilai biaya keterlibatan dalam perang akan mengorbankan masa depan Hungaria.
Dinamika Politik Menjelang Pemilu
Meski memicu kekhawatiran di kalangan pendukungnya, sejumlah pengamat menilai waktu penyampaian klaim tersebut tidak lepas dari agenda politik domestik. Hungaria dijadwalkan menggelar pemilihan parlemen pada 12 April 2026, dan Orban menghadapi tantangan terberat dalam 16 tahun terakhir dari partai oposisi TISZA yang tengah naik daun, dipimpin Péter Magyar.
Narasi “perang atau damai” dinilai menjadi pilar kampanye yang kuat bagi Orban, meski berpotensi memecah belah publik.
Di sisi lain, pejabat Uni Eropa membantah keras tudingan adanya “dewan perang”. Mereka menegaskan pertemuan para pemimpin difokuskan pada keamanan defensif dan bantuan kemanusiaan, justru untuk mencegah eskalasi konflik global.
Sejumlah pejabat UE menilai pernyataan Orban sejalan dengan narasi yang menguntungkan Moskow dan digunakan untuk memperkuat basis dukungan politiknya di dalam negeri.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2041537/original/030942900_1522325855-dc-Cover-fmk9d0d14k557fmeabu0gsf6n4-20161004025636.Medi.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554330/original/064446500_1776066310-Screenshot_2026-04-13_143704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2041537/original/030942900_1522325855-dc-Cover-fmk9d0d14k557fmeabu0gsf6n4-20161004025636.Medi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5511632/original/058289400_1771915275-20260224-situasi-memanas-hungaria-tolak-jatuhkan-sanksi-ke-rusia-ini-penyebabnya-31f3e0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478823/original/075551400_1768931131-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5478868/original/049824700_1768956658-momen-unik-saat-presiden-prabowo-bertemu-pm-starmer-di-london-0a9cf1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478818/original/061848500_1768928636-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477415/original/084957200_1768820262-190111-F-FT687-002.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4291239/original/037952500_1673686283-20230114-Imlek-China-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478259/original/057435900_1768896841-4140.jpg)