Liputan6.com, Islamabad - Penangkapan tokoh senior organisasi afiliasi ISIS, Mehmet Gören, kembali memicu tuduhan bahwa Pakistan menyediakan tempat perlindungan bagi kelompok teroris. Gören, yang juga dikenal dengan nama sandi Yahya, ditangkap dalam operasi rahasia Organisasi Intelijen Nasional Turki pada Desember 2025 di kawasan dekat perbatasan Afghanistan–Pakistan.
Gören dituduh berperan penting dalam mengatur serangan bom bunuh diri serta memfasilitasi operasi Negara Islam Provinsi Khorasan (ISIS-K), cabang ISIS yang aktif di kawasan Asia Selatan dan Tengah.
Menanggapi penangkapan tersebut, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, merilis pesan audio yang secara terbuka menuding Pakistan melindungi elemen ISIS, dikutip dari laman NYSun, Kamis (8/1/2026).
Advertisement
Mujahid menyatakan Taliban telah lama memantau pergerakan kelompok tersebut dan bahkan berbagi informasi intelijen yang disebut turut membantu operasi penangkapan. Ia menyebut ISIS sebagai “fenomena jahat” dan memperingatkan bahwa wilayah perlindungan tidak boleh digunakan untuk mengancam negara lain.
Pernyataan itu dinilai mencerminkan keyakinan Taliban bahwa wilayah Pakistan tidak hanya digunakan ISIS untuk menantang otoritas Kabul, tetapi juga berpotensi menjadi basis ancaman terhadap negara-negara lain, termasuk India.
Meski klaim Taliban kerap dipandang perlu disikapi dengan hati-hati, tuduhan tersebut sulit diabaikan. Sejumlah pengamat regional selama bertahun-tahun menyoroti dugaan hubungan Pakistan dengan ISIS-K.
Beberapa laporan menyebut anggota ISIS-K mencari perlindungan di provinsi-provinsi Pakistan seperti Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa, wilayah yang disebut menjadi lokasi kamp pelatihan dan jaringan perekrutan dengan tingkat toleransi tertentu dari negara.
Indikasi keterkaitan itu muncul dalam berbagai peristiwa. Pada April 2024, otoritas Afghanistan menangkap seorang rekrutan asal Tajikistan yang mengaku diperintahkan berlatih di Quetta, Pakistan, sebelum dikerahkan ke zona konflik.
Pada periode yang sama, Menteri Luar Negeri Taliban, Mawlawi Amir Khan Muttaqi, menyebut tiga negara tetangga yang diduga membantu ISIS-K—masing-masing sebagai penyedia rekrutan, jalur transit, serta perencana, pelatih, dan pendana. Pernyataan tersebut secara luas ditafsirkan merujuk pada Pakistan.
Dugaan Adanya Pengawasan Militer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119857/original/025453100_1738630044-Untitled.jpg)
Ketua Gerakan Nasional Baloch, Naseem Baloch, bahkan menyampaikan klaim di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Maret 2024 bahwa kamp-kamp ISIS di Balochistan beroperasi di bawah pengawasan militer Pakistan.
Kesaksian dari tokoh ISIS-K yang ditangkap juga memperkuat tuduhan tersebut. Abdul Rahim Muslim Dost, salah satu anggota pendiri ISIS-K, menyatakan dalam sebuah video bahwa petugas Intelijen Antar-Layanan Pakistan (ISI) memfasilitasi dukungan keuangan bagi Hafiz Saeed Khan, warga negara Pakistan yang menjabat emir ISIS-K hingga tewas pada Juli 2016.
Penangkapan Aslam Farooqi, kepala ISIS-K dan warga negara Pakistan, oleh pasukan Afghanistan pada 2020 juga mengungkap dugaan keterkaitan dengan ISI. Seorang pejabat senior Afghanistan kala itu menyebut ISIS-K sebagai “produk dari Intelijen Antar-Layanan Pakistan.”
Laporan terbaru turut memperkuat kekhawatiran regional. Edisi Juni 2024 majalah Voice of Khorasan, media propaganda ISIS-K, mengecam Taliban karena menjalin hubungan dengan negara-negara yang mereka sebut “kafir”, termasuk India, sembari melontarkan ancaman terhadap New Delhi.
Sementara itu, lembaga pemikir Indian Council of World Affairs melaporkan adanya indikasi upaya ISI memindahkan sejumlah kader ISIS-K ke Kashmir yang dikuasai Pakistan untuk meningkatkan instabilitas di Jammu dan Kashmir.
Di tingkat lokal, klaim serupa diperkuat oleh unggahan media sosial dan aktivis. Sejumlah laporan menyebut pusat pelatihan ISIS di Mastung, Balochistan, berada di bawah perlindungan militer. Warga setempat dilaporkan menggelar aksi protes sepanjang 2024, menuduh negara memfasilitasi keberadaan kelompok tersebut.
Advertisement
Ketegangan di Kawasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1065968/original/094012800_1448422509-151125-ilustrasi-ISIS.jpg)
Penangkapan Mehmet Gören terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Pada 9 Oktober 2025, pesawat Pakistan dilaporkan menyerang posisi Tehrik-e-Taliban Pakistan di Kabul. Serangan itu berlangsung bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi ke India dan keputusan New Delhi untuk membuka kembali kedutaan besarnya di Kabul.
Bagi Pakistan, yang selama ini mengandalkan doktrin “kedalaman strategis” dengan memandang Afghanistan sebagai penyangga terhadap India, perkembangan tersebut dinilai menandai menyusutnya pengaruh Islamabad. Taliban tidak lagi dipandang sebagai sekutu yang mudah dikendalikan, melainkan aktor nasionalis yang menegaskan otonominya.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa kehilangan pengaruh di Afghanistan dapat mendorong Pakistan memanfaatkan jaringan seperti ISIS-K untuk mempertahankan kepentingan strategisnya di kawasan, termasuk dengan mengganggu stabilitas regional dan menargetkan India.
Rangkaian penangkapan, pengakuan, dan laporan intelijen tersebut menegaskan bahwa dugaan hubungan Pakistan dengan ISIS-K menjadi ancaman serius bagi stabilitas Asia Selatan. Bagi Amerika Serikat, meningkatnya kapasitas dan ambisi ISIS-K, termasuk potensi serangan terhadap kepentingan AS, memunculkan kekhawatiran tersendiri, terutama jika kelompok tersebut terus menikmati tempat perlindungan aman di Pakistan.
Meski demikian, Pakistan hingga kini masih menyandang status Sekutu Utama Non-NATO Amerika Serikat, yang memberikan berbagai keuntungan dalam kerja sama militer dan keamanan. Di tengah menguatnya dugaan keterkaitan dengan jaringan ekstremis, status tersebut dinilai semakin dipertanyakan.
Sejumlah pengamat menilai Pakistan tidak lagi dapat dipandang sebagai mitra yang sepenuhnya dapat diandalkan, melainkan sebagai titik masalah dalam lanskap ancaman regional—sebuah kondisi yang disebut membutuhkan evaluasi ulang serius terhadap hubungan dan status aliansinya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306335/original/075578900_1784874762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T133156.067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2802840/original/008476400_1557624227-akalo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4631063/original/032792800_1698793366-Tenggat_Waktu_Deportasi_Picu_Eksodus_Warga_Afghanistan_dari_Pakistan-AP__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1851494/original/081305700_1517382339-Australian-Flag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566757/original/089781000_1777248097-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529683/original/043293300_1773376538-gun-illustration-by-max-kleinen-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3446916/original/047975200_1620047384-20210503-Kamp-Pengungsi-Keluarga-dan-Pendukung-ISIS-Suriah-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119857/original/025453100_1738630044-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5207956/original/014980400_1746300821-albanese.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545301/original/017030700_1629368526-pakistan-895319_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483704/original/048036900_1769401386-Untitled.jpg)