Ketegangan Memuncak: Venezuela Bereaksi Usai Amerika Klaim Tangkap Maduro

Venezuela sebut serangan Amerika sebagai aksi keji dan pengecut. Serta mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Diterbitkan 03 Januari 2026, 21:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menolak kehadiran pasukan asing, setelah Amerika Serikat berhasil melancarkan serangan berskala besar terhadap negara tersebut.

“Venezuela yang merdeka, independen dan berdaulat menolak dengan segenap kekuatan sejarahnya kehadiran pasukan asing ini yang selama ini hanya membawa kematian, penderitaan dan kehancuran,” kata Padrino dalam sebuah pesan video. Dikutip dari Antara, Sabtu (3/1/2025).

Lebih lanjut, Padrino mengatakan bahwa Venezuela sedang mengumpulkan informasi terkait jumlah korban luka dan korban meninggal.

“Menghadapi serangan keji dan pengecut yang mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan ini, kami menyampaikan kecaman paling keras kepada komunitas internasional dan seluruh organisasi multilateral untuk mengutuk pemerintah Amerika Serikat atas pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Padrino setelah Trump mengatakan bahwa AS berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela, serta mengeklaim bahwa Presiden Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela.

“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Trump mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum Amerika Serikat.

Ia menambahkan bahwa rincian tambahan tentang penangkapan Maduro akan dirilis kemudian, dan sebuah konferensi pers akan digelar pada pukul 11.00 waktu setempat di kediamannya di Mar-a-Lago, di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat.

Alasan Amerika Menangkap Maduro

Amerika menangkap Presiden Maduro untuk diadili. Informasi tersebut disampaikan senator Partai Republik yang mengaku telah berbicara langsung dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

"Dia memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas dakwaan pidana di AS dan bahwa aksi kinetik yang kita lihat malam ini dikerahkan untuk melindungi dan membela pihak-pihak yang melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut," tulis Senator Utah Mike Lee di platform X pada Sabtu dini hari.

"Tindakan ini kemungkinan berada dalam kewenangan inheren presiden berdasarkan Pasal II Konstitusi untuk melindungi personel AS dari serangan yang nyata atau yang akan segera terjadi."

Maduro telah didakwa di pengadilan Amerika pada tahun 2020 atas dugaan keterlibatan dalam kasus narkoterorisme, yaitu tuduhan bahwa seorang pejabat negara terlibat dalam aktivitas perdagangan narkoba yang digunakan untuk mendukung atau membiayai kegiatan terorisme.