Militer Israel Klaim Tewaskan Pejabat Keuangan Hamas dalam Serangan Udara di Gaza

Pejabat Hamas tersebut disebut bernama Abdel Hay Zaqut.

Diterbitkan 25 Desember 2025, 11:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gaza - Militer Israel pada Rabu (24/12/2025) menyatakan telah mengidentifikasi seorang pejabat keuangan sayap bersenjata Hamas yang tewas dalam serangan udara di Jalur Gaza dua pekan lalu. Pejabat tersebut disebut bernama Abdel Hay Zaqut.

Menurut pernyataan militer Israel, Zaqut tewas pada 13 Desember dalam serangan yang sama yang menewaskan komandan senior Hamas, Raed Saad, dikutip dari Arab News, Kamis (25/12).

Israel menilai Saad sebagai salah satu tokoh kunci di balik serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengatakan Zaqut tewas saat berada di dalam satu kendaraan bersama Raed Saad. Serangan tersebut, kata dia, merupakan hasil operasi gabungan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet.

“Abdel Hay Zaqut berasal dari departemen keuangan sayap militer Hamas,” ujar Adraee melalui platform X. Ia menambahkan, selama setahun terakhir Zaqut berperan penting dalam penggalangan dan penyaluran dana bagi Hamas.

“Zaqut bertanggung jawab mengumpulkan dan mentransfer puluhan juta dolar ke sayap bersenjata Hamas untuk melanjutkan perlawanan terhadap Negara Israel,” kata Adraee.

Hingga kini, Hamas belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim Israel mengenai peran Zaqut. Namun, pemimpin Hamas untuk Jalur Gaza, Khalil al-Hayya, pada 14 Desember lalu mengonfirmasi tewasnya Raed Saad dan sejumlah pengikutnya akibat serangan Israel, tanpa menyebutkan nama Abdel Hay Zaqut.

Militer Israel menyebut Raed Saad sebagai salah satu komandan paling berpengaruh dalam struktur militer Hamas. Saad diklaim memimpin markas produksi senjata Hamas dan bertanggung jawab atas pengembangan serta peningkatan kemampuan tempur kelompok tersebut di Gaza.

Klaim terbaru Israel ini muncul di tengah situasi keamanan yang masih rapuh di Jalur Gaza. Sejak 10 Oktober, gencatan senjata terbatas dilaporkan mulai berlaku, meski kedua belah pihak—Israel dan Hamas—saling menuduh telah melanggar kesepakatan tersebut dalam sejumlah insiden.

Perang Israel Vs Hamas

Perang antara Israel dan Hamas pecah setelah serangan besar-besaran Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, berdasarkan perhitungan AFP yang mengacu pada data resmi Israel.

Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer berskala besar di Jalur Gaza. Kampanye militer tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, telah menewaskan lebih dari 70.000 orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut angka korban yang dilaporkan otoritas kesehatan Gaza sebagai data yang kredibel, meski sulit diverifikasi secara independen di lapangan.

Konflik berkepanjangan ini terus memicu keprihatinan internasional, terutama terkait dampak kemanusiaan di Gaza, di tengah upaya-upaya diplomatik yang belum membuahkan terobosan signifikan menuju gencatan senjata permanen.