Liputan6.com, Bern - Legenda film dunia Charles “Charlie” Spencer Chaplin meninggal dunia tepat hari ini tahun 1997, pukul 04.00 waktu setempat, di kediaman pribadinya di Corsier-sur-Vevey, Swiss. Ikon film bisu yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri sinema modern itu wafat dalam usia 88 tahun.
Keluarga menyatakan Chaplin meninggal dengan tenang setelah sempat mengalami koma sejak malam sebelumnya. Istrinya, Oona Chaplin—putri mendiang dramawan ternama Eugene O’Neill—setia mendampingi hingga akhir hayatnya. Tujuh dari delapan anak mereka turut berada di kediaman saat Chaplin mengembuskan napas terakhir.
Putri sulung Chaplin, Geraldine, tidak dapat hadir karena tengah berada di Spanyol untuk keperluan syuting film. Sementara itu, Sidney Chaplin, putra tertua dari pernikahan keduanya, terlihat berada di sisi tempat tidur sang ayah ketika wafat.
Advertisement
Seorang juru bicara keluarga menyampaikan bahwa prosesi pemakaman akan dilangsungkan secara tertutup. “Aktor tersebut akan dimakamkan dalam sebuah upacara keluarga tertutup dalam dua hari,” demikian pernyataan singkat keluarga, seperti dikutip dari BBC, Kamis (25/12/2025).
Kepergian Chaplin menandai berakhirnya sebuah era penting dalam sejarah perfilman dunia. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai sosok multitalenta: aktor, penulis, sutradara, produser, komposer musik, sekaligus koreografer. Ia meninggalkan warisan besar melalui sekitar 80 film yang hingga kini masih dikenang dan dipelajari lintas generasi.
Sejumlah karya Chaplin dianggap sebagai tonggak sinema klasik, di antaranya The Gold Rush (1925), City Lights (1931), dan Limelight (1952). Lewat karakter ikonik “The Tramp”, Chaplin memadukan komedi slapstick dengan kritik sosial, menjadikannya figur yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyuarakan kemanusiaan, kemiskinan, dan ketidakadilan.
Karier Chaplin di dunia film dimulai pada 1914, saat ia pertama kali tampil di layar lebar. Dalam waktu singkat, ia menjelma menjadi bintang internasional dengan pengaruh besar di industri film Hollywood dan dunia. Film terakhir yang ia selesaikan dirilis pada 1967, menutup perjalanan panjang lebih dari lima dekade di dunia sinema.
Pada 1975, Chaplin menerima gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris dan resmi menyandang gelar “Sir” sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa bagi seni dan budaya dunia. Meski sempat menuai kontroversi sepanjang hidupnya, pengaruh Chaplin terhadap perkembangan film modern nyaris tak terbantahkan.
Wafatnya Sir Charles Chaplin meninggalkan duka mendalam bagi dunia perfilman internasional. Namun, karya-karyanya dipastikan akan terus hidup, menjadi saksi abadi kejeniusannya dan pengaruhnya yang melampaui zamannya.
Lorong Waktu Menuju London Tahun 1889
Namun, dalam perjalanan-nya menjadi salah satu bintang film dengan bayaran tertinggi dimulai dari titik nol.
Lahir dalam kemiskinan di London pada tahun 1889, Chaplin kecil menghadapi kenyataan pahit. Orang tuanya Charles Chaplin Senior dan Hannah Hill merupakan penghibur panggung musik yang berpisah tak lama setelah kelahirannya.
Nasib bahkan sempat membawa Sir Chaplin dan saudara tirinya, Sydney (yang kelak menjadi manajer bisnisnya), tinggal di sebuah lembaga untuk anak-anak miskin.
Dari panggung pertunjukan sejak usia lima tahun, nasib membawanya pindah ke Amerika pada tahun 1910. Di tanah inilah, ia memperkenalkan karakter Little Tramp yang melegenda dalam film Kid’s Auto Race tahun 1914.
Sosok yang dikenal dengan gaya berjalan menyeret kaki, memutar tongkat, celana kebesaran, dan kumis hitam tersebut tercipta hingga dicintai dunia.
Hingga pada puncak ketenarannya di seluruh dunia pada tahun 1920. Citra yang Chaplin ada di mana-mana, mulai dari kehadiran penonton bioskop yang rutin hingga boneka dan buku komik.
Namun, kilas balik hidupnya juga mencatat masa-masa sulit. Kehidupan pribadi yang penuh warna dan kecenderungan politik sayap kiri selama Perang Dingin membuatnya nyaris diusir dari Amerika pada tahun 1952.
Meski demikian, dunia tetap mengakui kehebatannya. Ia dianugerahi penghargaan Oscar khusus 20 tahun setelah peristiwa tersebut, sebelum akhirnya menghabiskan sisa hidupnya dengan di Swiss, tempat di mana kisah panjangnya berakhir.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1157070/original/098252200_1456752752-20160229-Charlie_Chaplin2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411570/original/063111400_1479704167-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516072/original/067446500_1782441306-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)