29 November 1961: Enos, Simpanse Pertama yang Mengorbit Bumi dalam Misi Merkurius AS

Bagaimana simpanse bertahan dalam perjalanan ruang angkasa dengan kecepatan 17.500 mil per jam itu?

Diterbitkan 29 November 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C - Seekor simpanse jantan bernama Enos berhasil terbang dua kali mengelilingi bumi dalam kapsul antariksa Proyek Merkurius di Amerika Serikat. Ia bernama Enos dan berusia 5,5 tahun tampak bersemangat untuk menjalani misi yang telah terbang pada jalur memotong ekuator pada sudut 32 derajat pada 29 November 1961.

Penerbangan dimulai pukul 10.07 Waktu Standar Timur setelah mempelajari serangkaian tes "psikomotor" rumit selama berminggu-minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hewan itu mampu melaksanakan semua tugas, dilansir dari The New York Times, Sabtu (29/11/2025).

Hitungan mundur melepas kapsul dilakukan secara sempurna. Atlas perlahan naik dari landasan 14 dan menuju ke laut di utara timur. Lima menit setelah lepas landas, petugas pers badan antariksa, Letnan Kolonel John A. Powers, mengatakan bahwa Enos bekerja dengan sangat baik.

Pada pukul 10.35, kapsulnya telah terdeteksi oleh pelacak di Bermuda, sebuah kapal di Atlantik, Nigeria. Tuas yang dioperasikan panel kerja Enos terdiri dari tuas hitam, putih, dan merah yang berdampingan. Selain itu, terdapat jendela berukuran satu inci persegi di atas masing-masing tuas.

Empat tugas utama yang harus dilakukan ini memiliki waktu istirahat enam menit. Jika misinya hingga menempuh tiga orbit sesuai rencana, Enos akan memiliki waktu enam puluh sembilan menit untuk bekerja di udara, di mana mengoperasikan berbagai tombol untuk misinya, dan sepuluh menit lagi di atas air yang menunggu para penyelamat datang.

Hal-hal yang harus Enos pastikan adalah tetap menekan tuas yang berbentuk seperti gagang sepeda, tetapi setiap dua puluh detik, ia mengalami sengatan di kaki. Sedangkan latihan di darat, ia rata-rata hampir melakukan satu dorongan tuas per detik.

Misi Hewan menuju Antariksa

Hewan ini sangat pintar, ia dapat mengingat warna tuas apa saja yang harus ditekannya. Baru tiga jam setelah peluncuran, petugas pers badan antariksa mengoceh jika prosedur yang telah menerbangkan Enos ini menandakan kesuksesan total.

Pada obit pertama, detak jantung simpanse berkisar antara 103 dan 120 per menit, dengan puncaknya sekitar 15 pada titik akselerasi maksimum saat roket pertama kali naik.

Pernapasannya 20 hingga 25 dan pada orbit kedua, kisaran detak jantungnya mencapai 120 hingga 150. Pernapasannya juga dilaporkan pada 120 dan suhu antara 98-99.

Selain itu, prosedur yang diajarkan kepadanya dibuat lebih mudah diakses untuknya saat berada di ruang angkasa. Pengujian sistem kapsul dengan memilih simpanze pun untuk meniru instruksi yang nantinya akan dilakukan oleh astronot manusia.

Pengiriman hewan ke orbit juga menegaskan kemajuan Amerika Serikat yang tidak kalah dari Rusia, yang sebelumnya mengirim anjing, kelinci, dan hewan lainnya. Penerbangannya dijadikan sebagai respons terhadap kondisi ruang angkasa kepada makhluk hidup yang memeriksa kesiapan sistem kapsul Merkurius.

Dengan begitu, keberhasilan Enos ini menjadi tanda bahwa keselamatan telah terjamin untuk astronot manusia pertama yang akan mengikuti penerbangan orbital dalam proyek yang sama oleh John H. Glenn Jr.