India Sebut Ledakan Mobil di New Delhi sebagai Bom Bunuh Diri, Tangkap Seorang Warga Kashmir

Siapa warga Kashmir yang ditangkap dan apa perannya? Berikut penjelasannya.

Diterbitkan 17 November 2025, 08:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Otoritas India menyatakan pada Minggu (16/11/2025) bahwa ledakan mobil mematikan di New Delhi awal pekan lalu merupakan serangan yang dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri. Mereka pun mengumumkan penangkapan seorang kaki tangan.

Badan Investigasi Nasional (NIA), lembaga penegak hukum kontra-terorisme negara itu, mengatakan bahwa pelaku yang diduga melakukan serangan dan tersangka kedua berasal dari Kashmir yang dikuasai India, wilayah di mana polisi telah melakukan penggerebekan besar-besaran dalam beberapa waktu terakhir.

Mengumumkan terobosan dalam penyelidikan, NIA mengumumkan bahwa mereka telah menangkap Amir Rashid Ali, yang tercatat sebagai pemilik mobil yang terlibat serangan ini.

"Ia berkonspirasi dengan pelaku bom bunuh diri yang diduga, Umar Un Nabi, untuk melancarkan serangan teror," tambah pernyataan NIA, tanpa menjelaskan kemungkinan motif seperti dikutip dari CNA.

Menurut NIA, Nabi adalah asisten profesor kedokteran umum di sebuah universitas di Negara Bagian Haryana, India utara. NIA juga mengaku telah menyita sebuah kendaraan miliknya.

"Ali datang ke Delhi untuk memfasilitasi pembelian mobil yang akhirnya digunakan sebagai alat peledak improvisasi berbasis kendaraan untuk memicu ledakan," kata NIA.

Ledakan pada Senin (10/11) terjadi di area sekitar sebuah stasiun metro yang sibuk, tak jauh dari Benteng Merah (Red Fort), landmark tempat perdana menteri menyampaikan pidato tahunan Hari Kemerdekaan.

Seorang pejabat rumah sakit mengatakan bahwa ledakan mobil menewaskan 12 orang. Tidak jelas apakah jumlah korban itu termasuk Nabi.

Pernyataan NIA menyebutkan bahwa serangan ini merenggut 10 nyawa tak berdosa dan melukai 32 lainnya.

Sebelumnya Hindustan Times melaporkan bahwa polisi Delhi telah menahan dua pria bernama Salman dan Devender, yang diketahui sebagai mantan pemilik mobil yang meledak tersebut. Tidak dijelaskan kelanjutan nasib keduanya.

 

 

 

 

Janji Modi

Perdana Menteri Narendra Modi menyebut serangan itu sebagai sebuah konspirasi dan pemerintahannya berjanji untuk membawa para pelaku, kaki tangan, serta para sponsor mereka ke muka hukum.

Ini merupakan insiden keamanan paling signifikan sejak 22 April, ketika 26 warga sipil yang sebagian besar beragama Hindu tewas di lokasi wisata Pahalgam di Kashmir yang dikuasai India. Peristiwa ini kemudian memicu bentrokan dengan Pakistan.

Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak keduanya merdeka dari pemerintahan Inggris pada 1947 dan kedua negara mengklaim seluruh wilayah Himalaya tersebut. Ketegangan tetap tinggi antara New Delhi dan Islamabad hingga kini.

 

Pada Jumat (14/11), sembilan orang tewas ketika bahan peledak yang disita meledak di sebuah kantor polisi di Kashmir yang dikuasai India, dalam apa yang disebut pihak berwenang sebagai kecelakaan.

Media lokal melaporkan bahwa sebuah organisasi militan telah mengklaim bertanggung jawab atas kejadian itu, namun polisi membantahnya.

Menurut polisi, bahan peledak itu sebelumnya telah ditemukan di Negara Bagian Haryana tepat sebelum ledakan mobil yang dahsyat di New Delhi.

Media India secara luas mengaitkan ledakan mobil di New Delhi dengan serangkaian penangkapan beberapa jam sebelumnya.

Polisi mengatakan bahwa mereka yang ditangkap terkait dengan Jaish-e-Mohammed (JeM), sebuah kelompok berbasis Pakistan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, serta sebuah kelompok sempalan dari Kashmir yang terhubung dengan organisasi tersebut.

Kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di kantor polisi itu dianggap dekat dengan JeM.