Trump Akan Bagi-bagi Duit Rp33,3 Juta ke Warga AS, Ini Alasannya

Pengumuman soal bagi-bagi duit ini disampaikan Trump di akun media sosialnya Truth Social.

Diterbitkan 11 November 2025, 13:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (9/11/2025) mengumumkan rencana pembagian "dividen nasional" senilai USD 2.000 atau setara Rp33,3 juta bagi sebagian besar warga AS, yang menurutnya berasal dari pemasukan besar hasil penerapan tarif pemerintah terhadap sejumlah negara asing.

Pengumuman itu ia sampaikan melalui platform Truth Social. Dalam unggahannya, Trump menegaskan bahwa kebijakan tarif yang ia terapkan telah menghasilkan pemasukan "triliunan dolar", sambil menyebut para pengkritik tarifnya sebagai "ORANG BODOH".

"Kita menerima triliunan dolar dan segera akan mulai melunasi utang nasional kita yang sangat besar, USD 37 triliun," tulis Trump, dikutip dari laman Los Angeles Times, Selasa (12/11).

"Investasi di Amerika Serikat memecahkan rekor, pabrik-pabrik bermunculan di banyak tempat. Dividen setidaknya USD 2.000 per orang (tidak termasuk mereka yang berpenghasilan tinggi!) akan dibayarkan kepada semua orang."

Meski demikian, belum ada rencana konkret mengenai bagaimana skema pembagian dividen itu akan dijalankan. Pembayaran dalam skala besar seperti itu kemungkinan memerlukan persetujuan Kongres, dan secara fiskal dapat menelan biaya ratusan miliar dolar.

Pernyataan Trump muncul di tengah pekan yang berat bagi pemerintahannya. Mahkamah Agung baru saja mendengarkan argumen dalam kasus yang mempertanyakan apakah presiden memiliki kewenangan konstitusional untuk menerapkan tarif tanpa persetujuan Kongres.

Sejumlah hakim—termasuk Ketua Mahkamah Agung John G. Roberts—tampak skeptis terhadap penggunaan kewenangan tarif oleh presiden.

 

Kemenangan Partai Demokrat di Pemilu AS

Mayoritas hakim menilai bahwa Konstitusi memberi otoritas kepada Kongres untuk menetapkan pajak, bea, dan tarif, bukan kepada presiden.

Tekanan tersebut datang tak lama setelah Partai Demokrat meraih kemenangan dalam berbagai pemilihan di seluruh negeri pada Selasa lalu.

Sejak memulai masa jabatan, Trump memang dikenal menerapkan tarif tinggi terhadap berbagai barang, termasuk tarif tambahan bagi negara-negara tertentu seperti India dan Brasil. Ia berpendapat bahwa mencabut tarif akan “menghancurkan” ekonomi AS, sebagaimana ia sampaikan dalam pidato di Gedung Putih pada Kamis.

Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan dalam wawancara bersama George Stephanopoulos pada Minggu bahwa ia belum membahas rencana dividen tersebut langsung dengan Trump.

“Dividen USD 2.000 itu bisa saja hadir dalam berbagai bentuk dan mekanisme berbeda,” kata Bessent, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.