Respons Trump Tak Diperbolehkan Maju Tiga Periode: Sangat Disayangkan

Amandemen AS melarang seorang presiden menjabat lebih dari dua periode.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Donald Trump menyebut "sangat disayangkan" bahwa ia tidak diperbolehkan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga sebagai presiden Amerika Serikat (AS).

"Kalau Anda baca aturannya, itu cukup jelas," kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One dalam perjalanan dari Jepang ke Korea Selatan pada Rabu (29/10/2025).

"Saya tidak diizinkan mencalonkan diri. Sayang sekali."

Pernyataan itu muncul sehari setelah Ketua DPR Mike Johnson menegaskan bahwa tidak ada kemungkinan Trump dapat tetap berada di Gedung Putih setelah dua periode.

"Saya tidak melihat celah untuk itu," ujar Johnson di Capitol Hill pada Selasa (28/10).

Johnson—yang reputasinya dibangun lewat kedekatannya dengan Trump—mengatakan bahwa ia sudah membahas isu tersebut dengan sang mantan presiden dan merasa Trump memahami batas konstitusi. "Kami sudah berbicara soal batasan yang ada," katanya.

Ia menjelaskan bahwa Amandemen ke-22 Amerika Serikat jelas melarang seorang presiden menjabat lebih dari dua periode. Mengubahnya pun bukan perkara mudah: butuh proses panjang bertahun-tahun serta persetujuan mayoritas negara bagian dan Kongres.

Johnson juga meremehkan kekhawatiran para pengkritik Trump yang menyebut potensi masa jabatan ketiga sebagai "bencana demokrasi". Menurutnya, Trump justru menertawakan hal tersebut dan menjadikannya bahan sindiran kepada Partai Demokrat.

 

Bukan Gagasan Baru

Trump sendiri tidak membeberkan secara rinci apa yang ia bicarakan dengan Johnson. Ia hanya memberikan pernyataan yang terdengar lebih ragu. "Dari apa yang saya baca, sepertinya saya memang tidak diizinkan mencalonkan diri," ujarnya. "Jadi kita lihat saja nanti."

Gagasan tentang Trump yang ingin terus berkuasa sebenarnya bukan hal baru. Topi bertuliskan "Trump 2028" pernah dibagikan di Gedung Putih sebagai suvenir, sementara Steve Bannon—mantan manajer kampanye Trump 2016—juga ikut menggaungkan ide masa jabatan ketiga.

Kepada wartawan pada Senin lalu di Air Force One, Trump sempat mengatakan, "Saya ingin sekali melakukannya." Namun ia juga menyebut Partai Republik memiliki "banyak tokoh hebat" untuk pemilu berikutnya, termasuk Menlu Marco Rubio yang ikut dalam perjalanan, dan Wakil Presiden JD Vance yang hari itu bertemu para senator di Capitol.

Ketika ditanya tentang kemungkinan ia maju sebagai wakil presiden—yang secara hukum masih diperbolehkan—hingga kemudian kembali mencalonkan diri sebagai presiden, Trump menepis ide itu. "Itu memang diperbolehkan, tapi saya tidak akan melakukannya," katanya.