Korea Utara Bangun Monumen untuk Pasukannya yang Tewas dalam Perang di Ukraina

Menurut perkiraan Korea Selatan, setidaknya 600 tentara Korea Utara tewas dan ribuan lainnya terluka.

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 10:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara telah memulai pembangunan sebuah monumen untuk para tentaranya yang tewas saat mendukung Rusia dalam perang melawan Ukraina. Demikian dilaporkan media pemerintah pada Kamis (23/10/2025).

Monumen yang dinamakan Memorial Museum of Combat Feats itu akan dibangun di ibu kota Pyongyang. Menurut Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Kim Jong Un bersama duta besar Rusia untuk Korea Utara menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan monumen tersebut.   

"Duta Besar Rusia untuk Korea Utara Aleksandr Matsegora dan pejabat kedutaan Rusia lainnya menghadiri upacara pada Kamis itu," bunyi laporan KCNA seperti dilansir CNA.

Beberapa pejabat pemerintah dan militer Korea Utara juga hadir, bersama dengan keluarga para tentara yang tewas di Rusia.

Dalam pidatonya pada acara yang digelar Kamis, Kim mengatakan museum itu adalah tempat suci yang didedikasikan bagi keabadian para patriot sejati.

Korea Utara telah mengirim ribuan tentara dan kontainer berisi senjata untuk membantu Kremlin mendorong pasukan Ukraina keluar dari wilayah barat Rusia.

Dalam pernyataan yang disiarkan KCNA, Kim mengakui pasukannya telah berada di wilayah Kursk, Rusia, selama satu tahun. Dia memuji mereka karena membantu Rusia meraih kemenangan yang menentukan.

"Para pahlawan kita menghancurkan para penjajah neo-Nazi yang keji. Dengan semangat yang teguh, mereka tidak hanya menolak segala bentuk agresi, melainkan juga memusnahkan para agresor," kata Kim.

Dia menambahkan bahwa hubungan antara Korea Utara dan Rusia saat ini berada pada puncak tertinggi dalam sejarah kedua negara.

 

Hubungan Strategis

Kim menuturkan pula bahwa monumen itu akan memuat patung-patung untuk menghormati para tentara Korea Utara yang bertempur di Rusia, disertai foto dan karya seni yang menggambarkan pertempuran mereka.

Rusia dan Korea Utara tahun lalu menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mewajibkan masing-masing pihak memberikan bantuan militer dan lainnya jika salah satu dari mereka diserang.

Di Moskow, sebuah pameran seni digelar untuk merayakan hubungan dengan Pyongyang. Pameran itu menampilkan lukisan yang menggambarkan tentara Korea Utara bersama rekan-rekan Rusia mereka yang berjuang melawan Barat yang bermusuhan.Â