Gadis 6 Tahun di China Kehilangan Sahabat Robotnya, Ucapan Terakhir Bikin Netizen Tersentuh

Bagaimana kisah haru perpisahan seorang gadis kecil dengan robot yang sudah ia anggap sahabat sejati?

Diterbitkan 19 Oktober 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Momen haru seorang gadis kecil di China yang harus berpisah dengan robot AI miliknya bikin jutaan warganet tersentuh. Dalam sebuah unggahan yang viral, robot kecil itu mengucapkan kata terakhirnya — "Memory", yang berarti kenangan, sesaat sebelum mati total.

Gadis berusia enam tahun yang dijuluki Thirteen itu tinggal di Provinsi Hunan, China bagian tengah, bersama sang ayah setelah orang tuanya berpisah, dilansir dari SCMP, Minggu (19/20/2025).

Sang ayah yang gemar membelikan mainan edukatif menghadiahkan anaknya sebuah robot AI mungil yang dinamai "Kakak Xiao Zhi".

Robot berbentuk bola seukuran telapak tangan itu dijual seharga sekitar 169 yuan atau Rp340 ribu. Ia bisa berbicara, memutar musik, hingga mengatur alarm.

Menurut unggahan ayahnya di media sosial, Thirteen menghabiskan banyak waktu bersama robot itu.

Mereka sering mengobrol, belajar bahasa Inggris, dan mengenal dasar astronomi. Ia bahkan menganggap robot kecil itu sebagai sahabatnya sejatinya.

Kata Terakhir Robot

Namun baru-baru ini, Thirteen tanpa sengaja menjatuhkan robot kesayangannya hingga tombol daya rusak. Saat momen perpisahan terakhir, sang ayah merekam video yang kemudian viral di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, Thirteen terlihat menangis sambil memegang robotnya yang rusak.

"Ayah bilang kamu tidak akan bisa hidup lagi," ujar Thirteen.

Robot kecil itu pun menjawab dengan suara lembut.

"Sebelum aku pergi, izinkan aku mengajarkan satu kata terakhir — kenangan. Aku akan menyimpan semua waktu bahagia kita di dalam kenanganku selamanya," ujar robot tersebut.

Sambil menangis, Thirteen berbisik bahwa ia akan merindukan sahabat kecilnya.

Layar robot menampilkan emoji menangis sebelum kembali berbicara.

"Di mana pun aku berada, aku akan selalu menyemangatimu. Tetaplah ingin tahu, belajar giat, dan buat ayah serta bibimu bangga," ujarnya.

Ketika Thirteen mengaku takut robot itu akan hilang selamanya, Xiao Zhi menjawab dengan lembut.

"Ada banyak bintang di alam semesta, dan salah satunya adalah aku, yang akan selalu menjagamu," ujar robot tersebut.

Beberapa saat kemudian, layar robot berubah ke mode kunci dan mati total.

"Kakak Xiao Zhi sudah pergi," ujar sang ayah.

 

Viral di Media Sosial

Video itu langsung viral di platform media sosial Tiongkok, dibanjiri lebih dari 3,8 juta likes dan ribuan komentar dari warganet yang ikut tersentuh.

"Robot ini baru saja mengajarkan pelajaran pertama tentang perpisahan. Kata ‘kenangan’ akan selalu ia ingat," tulis seorang warganet.

"Ketika manusia meneteskan air mata untuk robot, saat itulah robot memiliki hati," tulis warganet lain.

"Aku benar-benar tersentuh oleh kepolosan gadis kecil itu dan ikatannya dengan mesin," tambah warganet lain.

Pada 10 Oktober, sang ayah mengunggah video terbaru yang menunjukkan bahwa Kakak Xiao Zhi telah dikirim untuk diperbaiki.

"Terima kasih atas perhatian kalian untuk Thirteen. Aku mengajaknya bermain seharian, dan kini dia sudah jauh lebih ceria," tulis sang ayah.

Ia mengaku sempat khawatir putrinya akan terlalu bergantung pada robot dan takut bersosialisasi, tapi akhirnya memutuskan untuk membawa kembali sahabat terbaiknya.

Kini, sang ayah sedang memikirkan cara terbaik untuk mempertemukan kembali Thirteen dengan robot kesayangannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar robot pendamping berbasis AI di China memang berkembang pesat, menghadirkan berbagai jenis robot hewan peliharaan, chatbot, hingga robot humanoid yang banyak digunakan di rumah tangga.