Liputan6.com, New Delhi - Saat para lulusan muda teknologi asal India mencari peluang kerja di luar negeri, sebuah tujuan yang dinilai agak tidak terduga mulai menarik perhatian mereka: Tiongkok.
Program Visa K Tiongkok, yang diluncurkan bulan ini, bisa membuka jalan bagi gelombang profesional India di saat jalur tradisional menuju Amerika Serikat (AS) menjadi semakin terbatas.
Diperuntukkan bagi lulusan muda asing di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), visa ini memungkinkan mereka untuk masuk, tinggal, dan bekerja tanpa harus terlebih dahulu mendapatkan tawaran pekerjaan.
Advertisement
Peluncuran ini menyusul mencairnya hubungan antara New Delhi dan Beijing, setelah bentrokan mematikan pada tahun 2020 di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan.
Para pengamat mengatakan Visa K telah menyalakan kembali harapan akan kolaborasi yang lebih besar antara dua negara terpadat di dunia dan dapat mendorong tenaga kerja terampil India untuk menoleh ke timur demi peluang baru.
Teknologi Tiongkok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2378260/original/043496800_1539056307-bendera_china_as.jpg)
Diumumkan pada bulan Agustus, Visa K merupakan bagian dari upaya lebih luas Beijing untuk menunjukkan keterbukaannya terhadap investasi asing dan talenta global.
Di Universal AI University di Kota Karjat, India – sekitar 70 km dari Mumbai – para mahasiswa sedang mempersiapkan diri untuk menjadi para pengembang dan pemimpin teknologi masa depan.
Mereka hanyalah sebagian kecil dari 2,5 juta lulusan STEM yang dihasilkan India setiap tahunnya – kumpulan talenta besar yang diincar oleh berbagai ekonomi di seluruh dunia.
Beberapa mahasiswa mengatakan kepada CNA bahwa mereka tertarik pada kemajuan pesat Tiongkok di bidang teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).
"Tiongkok jauh lebih maju dalam teknologi," kata salah satu mahasiswa. "Mereka berkembang dari hari ke hari di bidang AI, jadi ini akan menjadi kesempatan besar bagi kami untuk belajar."
Mahasiswa lain menambahkan, "Kalau saya punya kesempatan, tentu saya akan pergi ke Tiongkok, saya akan belajar sesuatu dan saya akan kembali ke India."
Namun, pendiri sekaligus rektor Universal AI University, Tarun Anand – yang telah banyak bekerja di Tiongkok – mengatakan masih terlalu dini untuk membuat rencana pasti.
"Ini langkah awal untuk membuka peluang dan menjadikannya lebih sebanding, serta mengurangi beban visa kerja yang biasanya mengharuskan pemberi kerja menjamin pekerjaan bagi mahasiswa," ujarnya.
"Jadi, dalam arti tertentu ini menarik, tapi ini baru langkah pertama yang diambil Tiongkok. Mereka perlu menciptakan ekosistem untuk menarik mahasiswa internasional dan kita masih sangat jauh dari itu."
Visa K juga dipandang sebagai bagian dari strategi Beijing untuk memperkuat posisinya dalam persaingan global memperebutkan talenta, khususnya melawan Washington.
Namun menurut pengamat, hambatan bahasa masih menjadi tantangan besar – tidak seperti Amerika Serikat, yang telah lama menjadi tujuan favorit bagi para profesional teknologi India.
Advertisement
Persaingan Global atas Talenta STEM
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3519094/original/006056000_1627035485-tech.jpg)
Para analis percaya bahwa Tiongkok ingin memanfaatkan perubahan dinamika yang terjadi.
Bulan lalu, Presiden Donald Trump memberlakukan biaya sebesar USD 100.000 untuk Visa H-1B yang populer, membuatnya jauh lebih mahal bagi perusahaan Amerika Serikat untuk mempekerjakan pekerja asal India.
Visa H-1B memungkinkan perusahaan Amerika Serikat merekrut pekerja terampil yang penting untuk mengisi kekurangan tenaga ahli dan menjaga daya saing mereka.
"Dengan adanya perubahan terbaru dalam aturan visa dan imigrasi di AS, Visa K membuka jalur baru bagi para mahasiswa ini untuk menjelajahi peluang di pasar yang dinamis dan penuh vitalitas seperti Tiongkok," ungkap Vikram Ahuja, salah satu pendiri ANSR, perusahaan yang membantu organisasi membangun dan memperluas tim global.
"Seperti banyak hal lain yang terjadi di dunia saat ini, peluang global kini semakin terbuka bagi para lulusan baru."
Perusahaan pemrosesan visa berbasis di India, StampMyVisa, mengatakan pihaknya sudah melihat meningkatnya minat, dengan salah satu pendirinya, Rahul Borude, menyebut bahwa momentum mulai terbentuk seiring semakin banyaknya pertanyaan yang masuk.
Namun, mereka masih menunggu panduan resmi sebelum dapat membuka aplikasi untuk Visa K.
Tiongkok bukan satu-satunya negara yang berusaha menarik talenta teknologi global.
Negara-negara seperti Selandia Baru, Jerman, dan Korea Selatan juga mengambil langkah untuk mempermudah para profesional terampil asal India pindah dan bekerja di sana.
Pilihan-pilihan ini menarik bagi para lulusan yang kurang berminat pindah ke Tiongkok, yang menurut sebagian orang tidak memiliki tingkat kebebasan dan keragaman seperti yang ditemukan di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris.
Pada saat yang sama, Tiongkok menghadapi tantangannya sendiri – negara itu sudah menghasilkan banyak lulusan STEM yang bersaing memperebutkan jumlah pekerjaan berteknologi tinggi yang terbatas.
"Talenta Tiongkok butuh pekerjaan. Talenta India juga butuh pekerjaan," tutur Anand. "Ini akan menjadi langkah menarik untuk membuka pintu. Tapi saya tidak melihat akan terjadi gelombang besar perpindahan ke arah itu dalam waktu dekat."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4557639/original/084410700_1693402687-flags-5628865_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411690/original/061832400_1479707390-India.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1148770/original/069818000_1456048997-Harper_lee.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321083/original/014211100_1755662628-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293161/original/022253800_1783676348-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293139/original/094729500_1783674942-Arca.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546390/original/066861500_1775294100-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291792/original/058386300_1783577431-ali2.jpg)