Wanita Ini Meninggal Usai Melahirkan di Luar Negeri, 2 Anak Perempuan Hasil Bayi Tabung Hadapi Masalah Paspor

Siapa sebenarnya ayah biologis mereka?

Diterbitkan 17 September 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Sebuah kasus pengadilan di China menyita perhatian publik setelah melibatkan dua anak perempuan yang ditinggal ibunya dan tak diketahui siapa ayahnya.

Ibu dari dua anak itu, yang salah satunya memiliki paspor Amerika Serikat hampir kedaluwarsa, diduga menggunakan sperma donor dan melahirkan lewat prosedur bayi tabung (IVF) di AS, dilansir dari SCMP, Selasa (16/9/2025). 

Menurut laporan Jiefang Daily, sang ibu tak pernah mengungkapkan siapa ayah biologis anak-anaknya.

Kasus ini mulai bergulir di Pengadilan Rakyat Distrik Xuhui, Shanghai, pada 2 September. Saat itu, Wang, kakek berusia 81 tahun dari pihak ibu, mengajukan permohonan menjadi wali sah kedua cucunya.

Sang ibu sebelumnya divonis menderita tumor ganas pada Juli tahun lalu dan meninggal dua bulan kemudian.

Sosok Ayah Biologis

Menurut Wang, kedua cucunya lahir di Amerika Serikat pada 2015 dan 2017, sehingga mereka memegang kewarganegaraan AS. Sejak itu, mereka tinggal di Shanghai bersama sang ibu dan kakek.

Wang mengaku tak bisa menemukan keberadaan ayah anak-anak itu. Di sisi lain, paspor salah satu cucunya segera kedaluwarsa pada 3 September.

Masalah semakin rumit karena bagian nama ayah di akta kelahiran yang dikeluarkan otoritas China kosong.

Pengadilan kemudian menemukan dokumen fotokopi yang dititipkan di sekolah anak-anak tersebut. Di antaranya ada akta kelahiran dari otoritas AS dan sertifikat pernikahan yang dikeluarkan di sana, keduanya mencantumkan nama seorang pria yang diduga ayah biologis mereka.

Namun, pria yang identitasnya dirahasiakan itu membantah.

Ia mengatakan hanya teman keluarga dan bukan ayah dari kedua anak.

"Bertahun-tahun lalu, ibu dari anak-anak itu meminta saya meminjamkan paspor. Saya mengiyakan tanpa tahu alasannya," ungkap pria tersebut.

Ia menambahkan, dirinya juga tidak tahu siapa ayah biologis anak-anak itu.

Hal Asuh ke Kakek

Hasil penyelidikan menunjukkan kedua anak itu tidak punya ingatan tentang sosok ayahnya.

Seorang kerabat juga bersaksi bahwa sang ibu memang pernah berencana punya anak lewat bayi tabung.

"Dua anak ini sejak kecil saya rawat bersama putri saya. Sekarang putri saya sudah tiada, mereka hanya punya saya sebagai keluarga," kata Wang.

Ia menambahkan bahwa istrinya kini terbaring sakit dan dirawat perawat di rumah sakit.

Meski sudah lanjut usia, Wang dinilai masih sehat, mampu secara finansial, dan aktif mendampingi cucu-cucunya belajar.

Atas pertimbangan itu, pengadilan pun menetapkan Wang sebagai wali sah kedua anak.

Ketua majelis hakim, Sun Xuemei, menambahkan kalau keputusan yang dibuat untuk membantu keberlangsungan hidup mereka. 

"Kami membuat keputusan ini dengan tujuan memaksimalkan kepentingan anak-anak," ujarnya.

Kasus ini juga menyoroti fenomena sejumlah perempuan China yang memilih melakukan bayi tabung di luar negeri. Pasalnya, rumah sakit di China hanya boleh melakukan prosedur reproduksi buatan bagi pasangan resmi yang sudah terdaftar menikah di otoritas sipil.