Kim Jong Un Janjikan Kehidupan Indah bagi Keluarga Prajurit Korea Utara yang Tewas di Rusia

Kim memuji habis-habisan keluarga prajurit Korea Utara yang tewas dalam perang melawan Ukraina.

Diterbitkan 01 September 2025, 11:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menjanjikan "kehidupan yang indah" bagi keluarga para prajurit yang gugur bertempur untuk Rusia dalam perang melawan Ukraina. Demikian diberitakan media pemerintah Korea Utara pada Sabtu (30/8/2025).

Dia memuji keluarga yang ditinggalkan atas kepahlawanan para putra dan suami mereka.

Pada Jumat (29/8), menurut kantor berita KCNA, Kim menjamu keluarga para tentara tersebut dan menyatakan kesedihan karena gagal menyelamatkan nyawa-nyawa para pria yang mengorbankan hidup mereka demi membela kehormatan negara.

Prestasi heroik para tentara dan perwira itu, kata Kim kepada para orang tua, istri, dan anak-anak, dimungkinkan berkat kekuatan serta keberanian yang diberikan keluarga mereka, yang disebutnya sebagai orang-orang paling gigih, paling patriotik, dan paling adil di dunia.

"Mereka bahkan tidak menulis sepucuk surat pun untuk saya, namun saya pikir mereka pasti telah menitipkan keluarga mereka, termasuk anak-anak tercinta, kepada saya," ujar Kim sebagaimana dikutip KCNA dan dilansir CNN.

"Negara akan memberikan kalian kehidupan yang indah di tanah air yang dipertahankan dengan harga nyawa para prajurit."

Televisi negara Korea Utara menayangkan gambar Kim yang membungkuk dalam-dalam kepada anggota keluarga yang tampak diliputi emosi dalam acara tersebut.

Pertemuan ini merupakan yang terbaru dalam rangkaian penghormatan bagi pasukan Korea Utara yang mengalami banyak korban di wilayah Kursk, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina. Pada April lalu, setelah berbulan-bulan bungkam, Kim dan Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya mengakui pengerahan pasukan tersebut.

Berapa Jumlah Tentara Korea Utara yang Bertempur untuk Rusia?

Televisi negara Korea Utara pada Sabtu juga menayangkan sebuah dokumenter berdurasi 25 menit yang memperlihatkan rekaman tentara yang disebut turut ambil bagian dalam "Operasi Pembebasan Kursk" untuk mengusir pasukan Ukraina dari wilayah Rusia yang berbatasan langsung dengan Ukraina.

Film dokumenter tersebut mengatakan Kim mengambil keputusan untuk mengirim pasukan ke Rusia pada Agustus lalu, mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa langkah itu diambil dua bulan setelah dia dan Putin menandatangani perjanjian keamanan yang mencakup pakta pertahanan bersama.

Kedua negara tidak secara terbuka mengungkapkan skala pengerahan maupun jumlah korban yang diderita pasukan Korea Utara. Namun, menurut badan intelijen Korea Selatan, sekitar 600 orang dilaporkan tewas dari total pengerahan 15.000 pasukan.

Sementara itu, perkiraan intelijen Barat menyebut jumlah korban lebih dari 6.000 orang.