Liputan6.com, Bridgetown - Seekor ular mungil yang ukurannya tak lebih besar dari cacing tanah berhasil ditemukan kembali di Barbados, hampir 20 tahun setelah dianggap "hilang".
Ular benang Barbados (Tetracheilostoma carlae), spesies ular terkecil di dunia, ditemukan bersembunyi di bawah sebuah batu di wilayah tengah pulau tersebut pada Maret lalu. Penemuan langka ini terjadi saat Kementerian Lingkungan Hidup Barbados bersama kelompok konservasi Re:wild melakukan survei ekologi, dikutip dari laman Sciencealert, Rabu (6/8/2025).
"Ular benang Barbados adalah jenis ular buta, sehingga sangat sulit terlihat," ujar Connor Blades, petugas proyek di Kementerian Lingkungan Hidup Barbados yang turut serta dalam penemuan tersebut.
Advertisement
"Mereka juga tergolong sangat langka. Sejak tahun 1889, hanya ada segelintir laporan penampakan yang benar-benar terverifikasi. Sayangnya, sangat sedikit orang yang pernah melihat ular ini secara langsung."
Dengan panjang tubuh dewasa hanya sekitar 8 hingga 10 sentimeter -- cukup kecil untuk muat di atas koin seperempat dolar AS—ular ini memegang rekor sebagai spesies ular terkecil di dunia. Ciri khasnya adalah garis-garis oranye di punggung, mata kecil di sisi kepala, serta sisik mungil di bagian moncongnya.
"Ketika Anda sudah terbiasa mencari sesuatu yang nyaris mustahil ditemukan, rasanya sungguh luar biasa saat akhirnya benar-benar menemukannya," ungkap Justin Springer dari Re:wild, yang bersama Blades menemukan ular tersebut.
"Anda nyaris tak percaya. Saya sendiri sempat ragu untuk terlalu berharap."
Penemuan ini merupakan puncak dari pencarian panjang yang berlangsung lebih dari setahun. Hingga akhirnya, saat mereka membalik batu yang terjerat akar pohon, ular kecil tersebut muncul bersama seekor cacing tanah.
Â
Dikembalikan ke Habitatnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2931513/original/078764800_1570338329-palawan-172428_960_720.jpg)
Lantaran kemiripannya dengan ular buta Brahminy -- spesies invasif yang juga berukuran kecil -- ular tersebut langsung dibawa ke Universitas Hindia Barat untuk diteliti di bawah mikroskop. Setelah dipastikan sebagai Tetracheilostoma carlae, ular itu dikembalikan ke habitat alaminya di hutan.
Kini, hanya tersisa sekitar dua persen hutan primer di Barbados. Sebagian besar hutan telah hilang akibat pembukaan lahan pertanian sejak era kolonial empat abad lalu.
Kondisi ini membuat ular benang Barbados sangat rentan terhadap kepunahan, terlebih lagi spesies ini berkembang biak secara seksual dan betina hanya menghasilkan satu telur dalam sekali bertelur. Berbeda dengan ular buta Brahminy betina yang dapat bereproduksi tanpa kawin (partenogenesis).
"Penemuan kembali ular benang ini adalah peringatan bagi kita semua, warga Barbados, bahwa hutan kita sangat berharga dan harus dilindungi," ujar Springer.
"Bukan hanya untuk ular benang, tapi juga bagi semua flora, fauna, dan warisan alam yang kita miliki."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2991056/original/031644700_1575887139-Infografis_ULAR_KOBRA_MENEROR_BEBERAPA_DAERAH.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1697077/original/085147200_1504178962-Leptotyphlops_carlae.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)