Banjir Bandang Terjang India, Empat Orang Tewas dan 100 Lainnya Hilang

Air bah mengalir deras melalui lembah sempit di pegunungan dan menghancurkan bangunan saat menerjang kota Dharali di Uttarakhand.

Diperbarui 06 Agustus 2025, 11:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Banjir bandang menghantam Desa Dharali di negara bagian Uttarakhand, India, pada Selasa (5/8/2025), menewaskan sedikitnya empat orang dan menyebabkan sekitar 100 orang hilang. Desa yang terletak di distrik Uttarkashi ini berada di wilayah pegunungan Himalaya dan dikenal sebagai destinasi wisata serta jalur peziarahan menuju Gangotri.

"Ini adalah situasi yang serius," kata Menteri Negara untuk Pertahanan Sanjay Seth kepada kantor berita Press Trust of India (PTI).

"Kami telah menerima informasi tentang empat kematian dan sekitar 100 orang yang hilang. Kami berdoa untuk keselamatan mereka."

Kepala Menteri Negara Bagian Uttarakhand Pushkar Singh Dhami mengatakan bahwa tim penyelamat telah dikerahkan dengan "skala perang".

Dhami menuturkan bahwa banjir disebabkan oleh cloudburst, yaitu hujan deras yang terjadi secara tiba-tiba dan sangat intens dalam waktu singkat di area terbatas, yang memicu aliran air dan lumpur besar. Dia menyebut kehancuran yang ditimbulkan sangat memilukan.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, dengan seluruh sumber daya digerakkan.

Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan belasungkawa dan menegaskan bahwa semua bantuan sedang diberikan.

Departemen Meteorologi India mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah tersebut, dengan mencatat curah hujan ekstrem sekitar 210 milimeter di sejumlah wilayah Uttarakhand.

Banjir dan tanah longsor mematikan kerap terjadi selama musim hujan dari Juni hingga September, namun para ahli mengatakan bahwa perubahan iklim, ditambah dengan urbanisasi, semakin meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahannya.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) tahun lalu menyatakan bahwa meningkatnya intensitas banjir dan kekeringan merupakan "sinyal peringatan" akan dampak-dampak yang lebih besar di masa depan, seiring perubahan iklim membuat siklus air di Bumi menjadi semakin sulit diprediksi.