Dino Patti Djalal: Komunitas Iklim Harap Prabowo Jadi Presiden Pejuang Net Zero

Pada kunjungan ke Rio de Janeiro, Brasil, beberapa waktu lalu Prabowo menyatakan Indonesia akan mencapai 100 persen energi terbarukan dalam waktu 10 tahun.

Diterbitkan 26 Juli 2025, 16:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto seharusnya bisa dikenang sebagai Presiden Net Zero Climate di akhir masa jabatannya. Hal itu ia sampaikan saat membuka konferensi iklim tahunan terbesar di Indonesia, Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2025, yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (26/7/2025).

"Saya pikir warisan historis Presiden Prabowo di akhir masa jabatan pertama atau keduanya seharusnya adalah sebagai presiden iklim nol bersih," tegas Dino Patti Djalal.

Pernyataan itu didasari komitmen besar Presiden Prabowo dalam transisi energi bersih. Dino mengungkapkan bahwa dalam kunjungan ke Rio de Janeiro, Brasil, Prabowo menyatakan Indonesia akan mencapai 100 persen energi terbarukan dalam waktu 10 tahun.

"Bagi kami di Indonesia, kabar baik – atau kabar terbaik – datang dari Presiden Prabowo Subianto sendiri," ujar Dino. Ia mencontohkan Brasil yang telah mencapai 90 persen energi terbarukan sebagai bukti bahwa target tersebut bukan hal mustahil.

"Jika Indonesia mencapainya, maka dua negara besar -- Brasil dan Indonesia -- akan jadi pelopor penting dalam agenda global pengurangan emisi," lanjutnya.

Harapan terhadap Pemerintah Indonesia

Dino mendorong agar pemerintah tidak hanya berhenti pada pernyataan, tetapi segera mengambil langkah konkret. Ia mengusulkan agar diadakan rapat kabinet untuk menyusun kebijakan lintas sektor demi mewujudkan target ambisius tersebut.

Ia juga menyebut bahwa PLN telah menyatakan dukungan penuh terhadap visi Presiden Prabowo. Namun, Dino mengingatkan bahwa tantangan teknis, ekonomi, dan politik tetap besar.

"Sebelumnya, bauran energi terbarukan kita stagnan di angka 12–13 persen. Tapi sekarang situasinya berbeda. PLN harus benar-benar selaras dan menjalankan target ini," tegasnya.

 

Program Pemerintah Harus Selaras dengan Ambisi Iklim

Menurut Dino, seluruh program prioritas nasional -- seperti makan bergizi gratis, pembangunan tiga juta rumah, hingga ketahanan pangan -- harus dirancang sejalan dengan target nol emisi bersih.

Ia juga menyarankan pembentukan Dewan Iklim Presidensial yang langsung berada di bawah Presiden Prabowo. Tujuannya adalah menjaga konsistensi kebijakan iklim di tengah potensi hambatan birokrasi dan tarik menarik kepentingan antarlembaga.

Lebih jauh, Dino menyerukan agar Indonesia bergabung dalam koalisi negara-negara progresif iklim, guna memastikan kesuksesan forum iklim internasional mendatang, seperti COP di Brasil dan Australia.

Tentang INZS 2025

Indonesia Net-Zero Summit (INZS) kembali digelar tahun ini dengan tema "Raising Indonesia’s Game: Staying Climate-Focused in Times of Great Distraction." Forum yang diinisiasi oleh FPCI ini mempertemukan lebih dari 6.000 peserta dan lebih dari 130 organisasi mitra dari berbagai penjuru Indonesia dan dunia.

INZS bertujuan menjadi ajang konsolidasi dan advokasi iklim nasional yang menjembatani ambisi pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.