Kiprah Arya Daru Pangayunan, Diplomat Kemlu RI yang Aktif dalam Upaya Pelindungan WNI

Mendiang Diplomat Kemlu RI Arya Daru Pangayunan yang tewas di kamar indekosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, dijadwalkan tugas penempatan di KBRI Helsinki pada akhir bulan ini.

Diperbarui 10 Juli 2025, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Diplomat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) yang tewas di kamar indekosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, meninggalkan kenangan mendalam bagi para koleganya.

Arya Daru Pangayunan ditemukan secara mengenaskan dalam kondisi wajah dan kepalanya tertutup lakban, terbaring terlentang di atas tempat tidur, serta diselimuti kain berwarna biru gelap.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha mengenang peran Daru dalam berbagai peran pemerintah melindungi WNI di luar negeri.

"Beliau telah membantu begitu banyak Warga Negara Indonesia yang mengalami masalah di luar negeri," kata Judha yang tak kuasa menahan tangis saat memberikan sambutan di rumah duka di Banguntapan, Bantul, Rabu (9/7/2025).

"Kami sendiri yang melihat bagaimana Mas Daru membopong anak-anak telantar di Taiwan pulang ke Indonesia."

Judha menuturkan bahwa sejak menjadi bagian dari Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI pada 2022, pria kelahiran Sleman, Yogyakarta pada 15 Juli 1986 itu telah terlibat dalam berbagai tugas penting seperti evakuasi WNI saat gempa Turki hingga perang di Iran.

"Beliau sangat humble, ceria, suka menolong, dan begitu dekat dengan kami semua," tutur dia.

Seyogianya, lanjut Judha, kami sedang mempersiapkan perpisahan dengan Mas Daru yang akan berangkat bertugas ke KBRI Helsinki akhir bulan ini.

"Namun Allah ternyata memiliki rencana lain. Perpisahan ini menjadi perpisahan yang sangat menyedihkan," ungkap Judha di sela tangisnya.

Penyebab Kematian Masih Misteri

Sejauh ini penyebab kematian Daru masih penuh teka-teki.

Meski diketahui punya riwayat penyakit GERD dan kolesterol, namun polisi belum mau terburu-buru menyimpulkan korban meninggal karena sakit.

Hal itu disampaikan Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Sigit Karyono. Dia menjelaskan, riwayat penyakit korban diutarakan oleh istri korban saat menjalani pemeriksaan.

"Memang dia punya sakit lah ya, punya gerd, sakit kolesterol aja sebenarnya," kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (10/7/2025).

Sigit mengatakan, pihaknya belum mau menyimpulkan hal itu menjadi penyebab kematiannya.

"Nanti akan kita padukan dengan hasil autopsi, apakah obat ini diminum atau bagaimana. Nanti kita lihat," ucap dia.