Sorot Peran Negaranya di Panggung Internasional, Dubes Harelimana: Selama Tiga Dekade Terakhir Rwanda telah Melawan Segala Rintangan

Lebih dari 250 tamu hadir bersama Komunitas Rwanda di Indonesia dan anggota komunitas diplomatik serta sahabat Rwanda di resepsi Kwibohora31-Liberation Day atau Hari Pembebasan Kwibohora ke-31 yang diadakan di Jakarta.

Diterbitkan 05 Juli 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Rwanda di Jakarta memperingati Kwibohora31-Liberation Day atau Hari Pembebasan Kwibohora ke-31 pada Jumat, 4 Juni 2025.

Seperti diinfokan dalam keterangan persnya, yang dikutip Sabtu (5/7/2025), lebih dari 250 tamu hadir bersama Komunitas Rwanda di Indonesia dan anggota komunitas diplomatik serta sahabat Rwanda di resepsi yang diadakan di Jakarta.

Acara yang dikenal sebagai Kwibohora (dalam bahasa Kinyarwanda, berarti membebaskan) ini memperingati berakhirnya genosida terhadap Suku Tutsi di Rwanda pada tanggal 4 Juli 1994.

Saat itu, pada 4 Juli 1994, Tentara Patriotik Rwanda menang dalam kampanye bersejarah untuk mengakhiri genosida terhadap Suku Tutsi, salah satu babak tergelap dalam sejarah manusia modern. Hanya dalam 100 hari, lebih dari satu juta nyawa tak berdosa telah direnggut.

Kemenangan itu bukan hanya kemenangan militer—tetapi juga kemenangan moral. Kemenangan atas keputusasaan, kemenangan atas perpecahan, kemenangan atas martabat atas ketidakmanusiawian.

Dengan tema Kwibohora31 "Rwanda’s Journey Continues (Perjalanan Rwanda Berlanjut)", acara tersebut difokuskan terutama pada perjalanan transformasi pembangunan Rwanda.

Dalam sambutannya, Duta Besar Rwanda untuk Indonesia, Sheikh Abdul Karim Harelimana, berbicara tentang pentingnya Kwibohora.

"Selama tiga dekade terakhir, Rwanda telah melawan segala rintangan. Kami telah mencatat kemajuan pesat dalam tata kelola, pembangunan perdamaian, perawatan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan kesetaraan gender. Saat ini, 63,75% anggota parlemen kami adalah perempuan. Akses ke layanan kesehatan telah meningkat secara dramatis. Ekonomi kita, yang pernah hancur, kini berada di antara negara-negara Afrika yang paling tangguh dalam hal pertumbuhan," ujar Duta Besar Harelimana yang juga menekankan pentingnya peran Rwanda di panggung internasional, khususnya dalam pemeliharaan perdamaian dan kerja sama regional.

Puji Hubungan dengan indonesia

Duta Besar Harelimana juga memuji hubungan bilateral antara Rwanda dan Indonesia, yang telah tumbuh secara signifikan sejak pembukaan resmi Kantor Kanselir Rwanda di Jakarta pada Juni 2024, dengan kunjungan resmi Presiden Kagame Presiden Rwanda ke Indonesia untuk berpartisipasi dalam Forum Indonesia-Afrika yang berlangsung di Bali, September 2024.

Sementara itu, dalam sambutannya, Duta Besar Dindin Wahyudin menyuarakan sentimen duta besar, menekankan kekaguman negara Asia Tenggara tersebut atas kemajuan Rwanda dan memuji hubungan bilateral yang kuat. Ia mengatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memperdalam kerja sama kita dalam perdagangan, pendidikan, inovasi, dan pertukaran antarmasyarakat, serta untuk memberdayakan generasi muda kita untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Adapun acara peringatan yang digelar di Jakarta ini dihadiri oleh para duta besar, perwakilan organisasi internasional, tokoh masyarakat sipil Indonesia, masyarakat Rwanda yang tinggal di Indonesia. Turut hadir Duta Besar Dindin Wahyudin, Penasihat Senior Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi sebagai Tamu Kehormatan yang mewakili pemerintah Indonesia.

Â