Israel Keluarkan Peringatan Evakuasi bagi Warga Ibu Kota Iran

Seperti apa peringatan evakuasi yang dirilis Israel? Berikut selengkapnya!

Diperbarui 17 Juni 2025, 06:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Pasukan Israel pada Senin (16/6/2025) mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga di wilayah yang cukup luas di Teheran, Iran, memperingatkan mereka tentang kemungkinan pengeboman terhadap infrastruktur militer di wilayah tersebut. 

Peringatan tersebut berasal dari unggahan akun juru bicara militer Israel untuk urusan Arab Kolonel Avichay Adraee. 

 

Unggahan Adraee di media sosial menyertakan sebuah peta yang menunjukkan wilayah besar di Distrik 3 Teheran bagian utara yang diarsir (diwarnai) merah, dengan cara yang sama seperti dia biasanya menyajikan perintah evakuasi bagi warga Palestina di Gaza. Demikian seperti dilansir The Guardian.

"Warga yang terhormat, demi keselamatan Anda, mohon segera tinggalkan wilayah yang ditandai di Distrik 3 Teheran," demikian pesan tersebut dalam bahasa Persia.

"Dalam beberapa jam ke depan, tentara Israel akan menyerang infrastruktur militer rezim Iran di wilayah ini, seperti yang telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir di Teheran. Kehadiran Anda di area ini membahayakan nyawa Anda."

 

Netanyahu: Kematian Khamenei Akhiri Konflik

Saat berbicara kepada personel di pangkalan udara Tel Nof, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi perintah evakuasi tersebut.

"Angkatan udara Israel kini menguasai langit di atas Teheran. Ini mengubah seluruh jalannya serangan," ujarnya.

"Ketika kami menguasai langit Teheran, kami menyerang sasaran rezim — berbeda dengan rezim Iran yang kriminal, yang menargetkan warga sipil kami dan datang untuk membunuh perempuan dan anak-anak. Kami memberi tahu rakyat Teheran untuk mengungsi baru kami bertindak."

Netanyahu kemudian menyatakan bahwa membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei akan mengakhiri konflik.

Setelah serangan mengejutkan Israel pada Jumat (13/6) pagi, Iran membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke kota-kota Israel, terutama menyasar wilayah padat penduduk antara Tel Aviv dan pelabuhan Haifa.