Gempa M 6,1 Guncang Peru, 1 Orang Tewas Tertimpa Tembok Runtuh

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Peru. Berikut ini penjelasan dampaknya menurut pihak berwenang.

Diperbarui 16 Juni 2025, 09:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lima - Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 melanda Peru pada Minggu (15/6), menewaskan satu orang dan memicu tanah longsor, kata pihak berwenang.

"Gempa bumi tersebut terjadi sesaat sebelum tengah hari dan berpusat sekitar 30 kilometer (20 mil) dari Callao, kota pelabuhan di sebelah ibu kota Lima," kata National Seismological Center (Pusat Seismologi Nasional) seperti dikutip dari Associated Press (AP), Senin (16/6/2025). 

Ada pun menurut US Geological Survey (Survei Geologi AS), kekuatan gempa Peru tersebut magnitudo 5,6.

Peru mengatakan gempa tersebut tidak menimbulkan peringatan tsunami.

"Seorang pria tewas di Lima ketika sebuah tembok runtuh menimpa mobil yang dikendarainya," kata Kepolisian Nasional Peru.

Selain itu, Emergency Operations Center (Pusat Operasi Darurat) melaporkan lima orang cedera di Lima.

Presiden Dina Boluarte menyerukan agar warga "tenang", dengan menyatakan bahwa tidak ada peringatan tsunami untuk garis pantai Pasifik negara Amerika Selatan tersebut.

 

Dampak Gempa M 6,1 di Peru

Saluran TV Latina menayangkan rekaman tanah longsor di beberapa wilayah ibu kota.

Gempa bumi tersebut juga menyebabkan penangguhan pertandingan sepak bola besar yang sedang berlangsung di Lima.

Peru adalah rumah bagi 34 juta orang dan terletak di wilayah yang disebut Cincin Api, hamparan aktivitas seismik dan vulkanik yang intens di sekitar cekungan Pasifik.

Sebagai informasi, Peru mengalami sedikitnya 100 gempa bumi yang dapat dideteksi setiap tahun.

Gempa besar terakhir, pada tahun 2021 di wilayah Amazon, berkekuatan magnitudo 7,5, menyebabkan 12 orang terluka dan menghancurkan lebih dari 70 rumah.

Gempa bumi dahsyat pada tahun 1970 di wilayah Ancash utara Peru menewaskan sekitar 67.000 orang.