Api dalam Sekutu: Elon Musk dan Donald Trump Saling Sindiran di Ruang Publik

Seperti apa sendirian yang dilontarkan oleh Trump dan Musk di media sosial?

Diterbitkan 06 Juni 2025, 19:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Perseteruan panas antara Donald Trump dan Elon Musk mencuat ke publik, menandai keretakan besar dalam hubungan dua tokoh berpengaruh yang sebelumnya tampak saling mendukung.

Keduanya saling melontarkan sindiran tajam sepanjang hari Kamis (waktu setempat), di platform media sosial masing-masing — Trump melalui Truth Social dan Musk lewat X — memamerkan drama politik yang melibatkan ego, kebijakan, dan kepentingan bisnis.

Awal mula pertikaian terbaru ini dipicu kritik Elon Musk terhadap rancangan undang-undang pengeluaran besar-besaran milik pemerintahan Trump, yang dijuluki "One Big Beautiful Bill", dikutip dari laman BBC, Jumat (6/6/2025).

RUU tersebut telah disahkan di DPR dan tengah menunggu pemungutan suara di Senat. Musk secara terang-terangan menyebut rancangan itu sebagai “kekejian yang menjijikkan” dan menuduh para pendukungnya “tahu mereka salah”.

Trump pun menanggapi dengan kecewa, mengatakan bahwa kritik Musk bisa menjadi akhir dari "hubungan baik" mereka. Dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz, ia bahkan menyindir bahwa Musk mungkin kesal karena pencabutan subsidi kendaraan listrik dalam RUU itu—sesuatu yang tentu berdampak besar bagi bisnis Tesla. Namun Musk membantahnya, menegaskan bahwa insentif kendaraan listrik dan tenaga surya tetap ada dalam RUU, dan yang ia tolak adalah banyaknya anggaran yang disebutnya sebagai “pork” atau pemborosan untuk kepentingan politik lokal.

Hubungan keduanya sebenarnya sempat menghangat sejak Juli lalu, ketika Musk menyatakan dukungan kepada Trump usai upaya pembunuhan terhadap mantan presiden itu di Pennsylvania. Bahkan, Musk dilaporkan mengucurkan dana sebesar $290 juta untuk mendukung kampanye Trump kembali ke Gedung Putih.

Namun dalam berbagai unggahan di X, Musk kini justru menuding Trump “tidak tahu berterima kasih” dan mengklaim bahwa tanpa dirinya, Trump akan kalah dalam pemilu lalu. Ia juga menyindir kebijakan tarif global Trump yang menurutnya bisa menyeret AS ke jurang resesi. Tak berhenti di situ, Musk turut memunculkan kembali spekulasi soal hubungan Trump dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, meski tanpa bukti.

 

Respons Gedung Putih

Gedung Putih turut bereaksi terhadap pernyataan-pernyataan Musk. Sekretaris pers Karoline Leavitt menyebutnya sebagai “episode yang tidak menguntungkan dari Elon” yang kesal karena RUU tersebut tidak mencakup kepentingan bisnisnya. Sementara Trump membalas di Truth Social dengan menyarankan agar pemerintah menghentikan semua subsidi dan kontrak pemerintah kepada perusahaan-perusahaan milik Musk — termasuk Tesla, SpaceX, dan Starlink. “Saya selalu terkejut Biden tidak melakukannya,” tulis Trump.

Musk sempat menanggapi ancaman itu dengan menyebut akan menonaktifkan pesawat luar angkasa Dragon milik SpaceX, yang digunakan untuk membawa astronot dan logistik ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Namun beberapa jam kemudian, ia meredakan tensi dan menulis: “Oke, kami tidak akan menonaktifkan Dragon,” menanggapi pengguna X yang memintanya untuk tenang.

Di tengah kekacauan itu, muncul tanda-tanda bahwa keduanya mungkin masih membuka peluang rekonsiliasi. Pendukung Trump, Bill Ackman, menyerukan agar mereka berdamai, dan Musk pun menjawab, “Anda tidak salah.” Bahkan disebutkan bahwa staf Trump telah menjadwalkan panggilan telepon dengan Musk pada hari Jumat.

Meski begitu, drama antara dua tokoh besar ini menunjukkan bagaimana aliansi politik di Amerika — bahkan yang melibatkan miliarder berpengaruh — bisa dengan cepat berubah menjadi ajang serangan terbuka, terutama saat kepentingan pribadi dan kebijakan bertabrakan.