Liputan6.com, Quito - Pemerintah Ekuador baru-baru ini menyampaikan permintaan maaf resmi pada hari Sabtu (31/5) kepada para pekerja perkebunan yang mengalami kondisi perbudakan modern, menurut putusan yang dikeluarkan tahun 2024 lalu oleh Mahkamah Konstitusi negara tersebut.
Dalam sebuah acara yang diadakan di dekat istana presiden di Quito, berbagai anggota Kabinet Ekuador mengakui bahwa lebih dari 300 pekerja perkebunan abaca milik Jepang dipaksa hidup dalam kondisi "perbudakan modern" dengan Menteri Tenaga Kerja Ivone Nuñez berjanji bahwa Ekuador akan berusaha untuk "membangun negara yang menjamin hak asasi manusia pekerja."
Laporan Associated Press (AP)Â yang dikutip Senin (2/6/2025) menyebut permintaan maaf yang dikeluarkan oleh pejabat pemerintah tersebut merupakan salah satu tindakan perbaikan yang diperintahkan oleh pengadilan tahun 2024 lalu.
Advertisement
Dalam putusan tersebut, Mahkamah Konstitusi menetapkan bahwa antara tahun 1963 dan 2019 pekerja perusahaan Jepang Furukawa dipaksa tinggal di asrama tanpa layanan dasar di sebuah perkebunan di Ekuador bagian barat, tempat kecelakaan sering terjadi karena kurangnya pelatihan keselamatan.
Â
Â
Â
Â
Penyelidikan dan Penindakan Hukum Kasus Perbudakan Modern
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1254998/original/060592800_1465101760-_20160605AFP_brasil_vs_Ekuador_07.jpg)
Mantan karyawan Furukawa menghadiri upacara hari Sabtu (31/5) bersama pengacara mereka, yang menuduh perusahaan tidak membayar ganti rugi kepada para pekerja yang terkena dampak kondisi buruk di perkebunan mereka di Provinsi Santo Domingo de los Tsachilas.
Adapun perwakilan Furukawa tidak segera bersedia memberikan komentar. Perusahaan tersebut berganti pemilik pada tahun 2014, dan dikatakan bahwa kondisi telah berubah sejak saat itu.
Furukawa juga telah meminta pemerintah Ekuador untuk mencabut larangan penjualan propertinya di Ekuador sehingga ia dapat membayar ganti rugi kepada para pekerja.
Tanaman abaca, yang juga dikenal sebagai rami manila, digunakan untuk membuat kertas khusus, tali, dan jaring ikan. Tanaman tersebut menyerupai tanaman pisang, tetapi buahnya tidak dapat dimakan.
Ekuador dikenal sebagai negara pengekspor pisang terbesar di dunia dan juga termasuk di antara segelintir negara yang memproduksi abaca dalam jumlah besar,
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/42/original/030046100_1469523349-Tanti_Edit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3107924/original/052928600_1587449335-219017-ecuador-afp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513884/original/037538000_1782437861-AP26176736605560.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513056/original/032314400_1782436532-jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260100/original/015804900_1781568479-000_B7869A8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263848/original/006023700_1782021745-000_B7RA6WF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263734/original/051420000_1781976439-063_2282511619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427298/original/030987600_1764356220-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475363/original/029679100_1782385775-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572022/original/098827700_1777729534-ChatGPT_Image_May_2__2026__08_45_01_PM__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8455681/original/009109900_1782353718-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459914/original/018350300_1782359142-BMKG_Gempa_Jepang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3342296/original/095357800_1609984155-gempa.jpg)