Liputan6.com, Jakarta - Para astronom berhasil menemukan galaksi luar biasa bernama J0107a. Galaksi ini berada sekitar 11,1 miliar tahun cahaya dari bumi, yang berarti kita melihatnya seperti saat alam semesta baru berusia sekitar 2,6 miliar tahun.
Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam studi kosmologi karena memberikan gambaran tak terduga tentang bagaimana galaksi besar dapat terbentuk di masa awal alam semesta. Galaksi J0107a langsung mendapat sorotan di dunia astronomi dan antariksa.
Sebab, galaksi ini mampu membentuk bintang dengan kecepatan sekitar 300 kali lebih cepat dibandingkan dengan Bima Sakti. Untuk perbandingan, Bima Sakti membentuk sekitar 1 hingga 2 massa matahari per tahun, sedangkan J0107a membentuk ratusan massa matahari per tahun.
Advertisement
Kecepatan ini mengindikasikan adanya cadangan gas yang sangat besar dan efisiensi tinggi dalam proses pembentukan bintang. Menariknya lagi, galaksi J0107a memiliki struktur spiral berpalang yang sangat teratur, mirip dengan bentuk galaksi modern seperti Bima Sakti.
Fenomena ini sangat tidak biasa bagi galaksi muda yang terbentuk pada era awal kosmos. Biasanya, galaksi muda cenderung memiliki struktur yang kacau dan tidak beraturan karena masih berada dalam tahap awal evolusi dan sering mengalami gangguan dari lingkungan sekitarnya, termasuk tabrakan dengan galaksi lain.
Melansir laman SciTechDaily pada Jumat (30/05/2025), penemuan ini menantang pemahaman sebelumnya tentang pembentukan galaksi besar di awal alam semesta. Selama ini, para ilmuwan beranggapan bahwa galaksi raksasa terbentuk melalui tabrakan atau penggabungan galaksi, yang memicu pembentukan bintang secara besar-besaran. Namun, J0107a tampaknya menyanggah pandangan ini.
Hasil pengamatan dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) menunjukkan bahwa J0107a tidak menunjukkan tanda-tanda pernah mengalami tabrakan atau merger besar. Padahal, laju pembentukan bintangnya luar biasa tinggi.
JWST memungkinkan para astronom melihat melalui lapisan debu yang biasanya menutupi galaksi muda, sementara ALMA memberikan informasi detail tentang distribusi gas molekuler. Melalui kombinasi pengamatan dua instrumen ini, para peneliti menemukan bahwa J0107a memiliki struktur internal yang stabil dan distribusi gas yang merata.
Â
Efisien
Penemuan ini mendukung hipotesis bahwa galaksi ini membentuk bintang secara efisien melalui mekanisme internal, bukan karena gangguan eksternal. Gas yang ada di dalam galaksi tampaknya cukup dingin dan padat untuk memungkinkan kolaps gravitasi dan pembentukan bintang tanpa dipicu oleh interaksi dengan galaksi lain.
Penemuan galaksi J0107a membuka wawasan baru mengenai bagaimana galaksi besar bisa terbentuk secara mandiri di alam semesta awal. Fenomena ini juga menunjukkan bahwa ada jalur evolusi galaksi yang belum sepenuhnya dipahami.
Para ilmuwan kini terdorong untuk meninjau ulang teori-teori kosmologi yang selama ini menjadi dasar pemahaman kita tentang pembentukan dan evolusi galaksi. Penelitian terhadap J0107a juga membuka peluang untuk menemukan galaksi-galaksi lain dengan karakteristik serupa yang mungkin tersembunyi oleh debu kosmik atau belum terjangkau oleh teleskop sebelumnya.
Dengan kemampuan instrumen modern seperti JWST dan ALMA, era baru dalam eksplorasi kosmos tengah dimulai, yang berpotensi merevolusi cara kita memandang masa lalu alam semesta dan proses penciptaan struktur-struktur megah di dalamnya.
(Tifani)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296716/original/039483300_1784021857-cek_fakta_-_gibran_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296274/original/073062000_1784009598-cek_fakta_-_pendamping_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1138462/original/076365300_1455183950-galaksi_baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3466739/original/063464900_1622119476-055791400_1619764733-solar-system-11111_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292116/original/017292800_1783585765-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294053/original/082906500_1783778628-Jayden_Adams.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296024/original/097611600_1784000800-000_B9FB274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294052/original/078184700_1783778533-adams_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293767/original/045633200_1783749356-Alexander_Sorloth.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710891/original/090798400_1782791218-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.25__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295984/original/006342200_1783998580-000_B8H387Q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1150671/original/066595800_1456205891-meteor_1.jpg)