Ancaman Bom di Pesawat Ryanair Picu Operasional Bandara Charleroi Belgia Dihentikan, Ini yang Terjadi Selanjutnya

Bandara Charleroi di Belgia sempat menghentikan operasionalnya pada Selasa, 13 Mei 2025, setelah menerima ancaman bom terhadap pesawat Ryanair dari Faro, Portugal.

Diterbitkan 14 Mei 2025, 12:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Brussels - Pesawat Ryanair yang datang dari Portugal ke Brussels Charleroi Airport (Bandara Brussels Charleroi) dilaporkan menerima ancaman bom. Hal itu mengakibatkan penghentian layanan operasional.

"Operasi di bandara terbesar kedua Belgia sempat dihentikan sementara pada Selasa (13/5) menyusul laporan ancaman bom di pesawat Ryanair yang datang dari Portugal," menurut pengelola bandara dan maskapai terkait seperti dikutip dari AFP, Rabu (14/5/2025).

Selasa (13/5) sekitar pukul 11.00 waktu setempat (09.00 GMT), "ancaman bom terdeteksi" di dalam pesawat yang telah mendarat di Bandara Charleroi, jelas juru bicara operator bandara.

"Perimeter keamanan segera dibentuk di sekitar pesawat," ujar juru bicara tersebut.

Langkah ini mengharuskan penutupan landasan pacu saat otoritas mengambil alih, menghentikan sementara operasi bandara. Lalu lintas udara akhirnya kembali normal sekitar 2,5 jam kemudian pukul 13.45 waktu setempat.

Charleroi yang terletak di selatan Brussels merupakan hub utama Ryanair di Eropa. Maskapai budget ini mengonfirmasi ancaman tersebut menyangkut salah satu pesawatnya.

"Ryanair menerima laporan ancaman keamanan pada penerbangan FR6313 dari Faro ke Brussels Charleroi," pernyataan resmi maskapai.

"Penumpang telah dievakuasi dan pesawat sedang dipersiapkan untuk kembali beroperasi. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini."

Sejauh ini pihak kepolisian Belgia belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini saat dimintai konfirmasi.

Situs Brussels Times menyebut setelah pesawat mendarat pada Selasa (13/5) pagi, pesawat dipindahkan ke area terpisah di bandara. Landasan pacu dan jalan utama di belakangnya ditutup. Karena terminal tidak berada dalam batas 500 meter, evakuasi tidak dilakukan. "Pada pukul 13:30, polisi telah mengevakuasi 166 penumpang dari pesawat," kata Pierard.

Polisi melakukan pemeriksaan keamanan dan memutuskan bahwa operasi bandara dapat dilanjutkan pada Selasa (13/5) sore.

Selama gangguan tersebut, penerbangan dialihkan ke Bandara Brussels Zaventem dan Lille. Beberapa penerbangan masih ditunda hingga tiga jam setelahnya.