KBRI Singapura Ungkap Penyebab Kematian WNI Leonard Darmawan di Ajang Lari 2XU Compression Run

Sebelumnya, KBRI Singapura sudah menyatakan telah mendampingi kasus kematian WNI Leonard Darmawa saat mengikuti ajang lari 2XU Compression Run.

Diterbitkan 29 April 2025, 15:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - KBRI Singapura mengungkap penyebab kematian Warga Negara Indonesia (WNI) Leonard Darmawan yang dilaporkan meninggal saat ikut ajang lari 2XU Compression Run di Singapura pada 27 April 2025.

"Berdasarkan Death Certificate yang dikeluarkan Health Science Authority, WNI Leonard (almarhum) meninggal dikarenakan cardiorespiratory failure, pending for further investigations," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo seperti dikutip dari pernyataan tertulisnya, Selasa (29/4/2025).

KBRI Singapura melalui Fungsi Protkons/PWNI kemudian berkoordinasi dengan keluarga dan pihak penyedian jasa repatriasi (casket).

"Jenazah WNI Leonard akan direpatriasi pada 29 April 2025 dengan flight SQ 962 dan dijadwalkan tiba di Jakarta, Indonesia pada pukul 17.10 WIB," jelas Dubes Suryopratomo.

Sebelumnya, KBRI Singapura sudah menyatakan telah mendampingi kasus kematian WNI Leonard Darmawan.

"Kami sudah bertemu keluarga dan polisi. Kami sudah jelaskan prosedur pemulangan jenazah yang berlaku di Singapura," ungkap Dubes Suryopratomo dalam keterangan tertulisnya yang diterima Senin (28/4).

"KBRI seperti biasa akan mengeluarkan surat pemulangan jenazah ketika semua proses di Singapura sudah selesai. Sekarang kasus masih di tangan polisi dan tidak bisa diintervensi siapa pun, itu wajib di Singapura," jelas Dubes Suryopratomo.

Dubes Suryopratomo mengatakan, semua kematian secara mendadak pasti akan diinvestigasi polisi. "Tergantung polisi. Bisa satu hari atau dua hari."

Kabar kematian WNI Leonard awalnya berembus dari informasi grup orang tua sekolah Kolese Kanisius.

"Iya, dikasih link dari The Straits Times itu, awalnya di grup orang tua (mengabarkan Leonard Darmawan meninggal dunia)," ujar Mega, salah satu orang tua murid Kolese Kanisius Jakarta kepada Liputan6.com melalui pesan singkat.

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com dari akun Instagram @kolesekanisius, ucapan duka atas meninggalnya Leonard Darmawan juga dipasang dalam story akun tersebut.

Penyelenggara acara lari 2XU Compression Run kemudian menyatakan dalam unggahan media sosial beberapa jam setelah kejadian: "Kami sangat berduka mendengar kabar meninggalnya salah satu peserta dalam 2XU Compression Run pagi ini (27/4)."

"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan teman-teman di masa sulit ini. Karena masalah ini masih dalam penyelidikan polisi, kami belum dapat memberikan detail lebih lanjut saat ini," kata pihak penyelenggara 2XU Compression Run seperti dikutip dari The Straits Times, Senin (28/4).

Berlokasi di F1 Pit Building, acara 2XU Compression Run dimulai pada 27 April sekitar pukul 04.15 pagi dan dikatakan menarik lebih dari 20.000 peserta untuk kategori 5 km, 10 km, dan 21.1 km.

Kronologi Meninggalnya WNI Leonard di Singapura

Dubes Suryopratomo menuturkan, awalnya kondisi WNI Leonard masih sadar namun berangsur memburuk.

"Jarak lari yang ditempuh minimal 21 km. Sekitar pukul 06.19 A.M, setelah menempuh jarak 19 km, WNI Leonard tetiba tergeletak di tanah. Saat itu, WNI Leonard masih sadar dan masih berbicara dengan pelari lain. Namun demikian, kondisi WNI Leonard memburuk dan diberikan CPR oleh passerby," jelas Dubes Suryopratomo.

Tak lama kemudian, sambung Dubes Suryopratomo, Singapore Civil Defense Force (SCDF) tiba di TKP dan langsung mengambil alih WNI Leonard. "WNI Leonard kemudian dilarikan ke Singapore General Hospital untuk mendapatkan upaya resusitasi (memberikan tekanan pada dada untuk mengembalikan kesadaran)," jelasnya.

Namun hal tersebut tidak membuahkan hasil. "Pada pukul 08.01 AM, WNI Leonard dinyatakan meninggal dunia," tutur Dubes Suryopratomo.

Pemberitaan The Straits Times menyebut bahwa berdasarkan temuan awal tidak ada indikasi tindak kejahatan.

"Pukul 09.20 A.M polisi melakukan screening coroners' case dan didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat visible injuries dan dinyatakan no foul play atas WNI Leonard (alm)," ucap dia membenarkan proses setelah meninggal.