Sukses

Bayi 4 Hari di India Diduga Tewas Diinjak Polisi

Liputan6.com, New Delhi - Seorang bayi usia empat hari di Desa Kosogondodigih, Distrik Giridih, Negara Bagian Jharkhand, India, diduga tewas diinjak polisi bersepatu bot saat petugas menggerebek rumahnya pada Rabu (22/3/2023). 

Peristiwa yang viral di media sosial ini mendorong Ketua Menteri Negara Bagian Jharkhand Hermant Soren memerintahkan penyelidikan dan berujung pada tindakan skors terhadap enam polisi

Penggerebekan awalnya dilakukan ketika polisi bermaksud menangkap Bhushan Pandey (50), kakek dari bayi malang tersebut, atas kasus penyerangan. 

"Sekitar pukul 03.00, polisi mulai menggedor pintu rumah saya. Karena saya terlibat kasus penyerangan dan pernah masuk penjara, saya takut. Saya punya tujuh anak, anak bungsu saya lima tahun dan saya takut jika saya ditangkap lagi, anak-anak saya akan kelaparan. Itu sebabnya saya melarikan diri… Satu jam kemudian, saya mendapat telepon yang mengatakan bahwa cucu saya meninggal," ujar Pandey, seperti dikutip dari The Indian Express, Jumat (24/3). 

Ketika polisi memaksa masuk rumah, Neha Devi, ibu dari bayi tersebut, mengatakan bahwa ia sedang tidur di dipan bersama bayinya, sementara ibu mertua dan suaminya tidur di lantai. 

"Polisi mendobrak pintu dan mulai meneriaki kami saat mereka mencari ayah mertua saya ke seluruh penjuru rumah. Kami bilang dia tidak ada di rumah, tapi mereka mulai mengancam kami. Kami panik dan saat kami semua berlarian ke halaman, saya melihat salah satu polisi melompat ke atas dipan tempat bayi saya tidur," kata Neha. 

Menurut Neha, polisi berdiri di atas dipan untuk mengecek apakah Pandey bersembunyi di loteng.

2 dari 3 halaman

Ada Bekas Sepatu

Neha mengaku lupa mengecek kondisi bayinya.

"Saya menyadari bahwa dia tidak menangis bahkan setelah semua keributan ini. Saya pikir dia mungkin sedang tidur karena saya memberinya makan dua jam sebelumnya. Tetapi ketika saya periksa, saya menemukan tubuhnya sudah dingin dan dia tidak bernapas… Lehernya merah dan saya melihat bekas sepatu bot," ungkap Neha.

Dia menambahkan, "Saat itulah saya menyadari apa yang pasti terjadi... Kami menamainya Shravan dan dia sekarang sudah pergi. Orang yang membunuh anak saya harus dihukum," ungkap Neha tak kuasa menahan tangisnya. 

Mukhiya atau kepala desa setempat Dhaneswar Mahato mengaku juga melihat jenazah bayi itu.

"Ada bekas sepatu yang jelas di tubuh anak itu," kata Mahato.

 

3 dari 3 halaman

Penyelidikan Lebih Lanjut

Pasca kejadian, Inspektur Kepolisian Distrik Girindih Amit Renu mengatakan bahwa laporan pertama atau First Information Report (FIR) telah diajukan terhadap tim polisi yang melakukan penggerebekan. Identitas oknum yang diduga menginjak bayi tersebut tidak diungkapkan.

"Berdasarkan keluhan Pandey, kami telah mendaftarkan FIR di bawah Bagian 304 IPC (menyebabkan kematian karena kelalaian) terhadap personel polisi," ujarnya.

Menteri Kesehatan Banna Gupta mengatakan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pejabat polisi yang bersalah.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.