Sukses

Bocah Usia 1 Tahun Tewas Akibat Serangan Buaya di Malaysia

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Seorang ayah terluka parah setelah gagal menghentikan buaya menyerang bayinya, menurut beberapa laporan media. 

Dilansir Channel News Asia, Senin (5/12/2022), insiden itu terjadi Kamis (1/12) lalu di lepas pantai Lahad Datu di Sabah, Malaysia. Seorang anak laki-laki berusia satu tahun naik kano bersama ayahnya yang berusia 45 tahun, yang diidentifikasi sebagai Moherat. Ketika itu, mereka sedang memancing ketika seekor buaya menyerang.  

Sang ayah segera mencoba melawan reptil tersebut dan mengalami beberapa luka gigitan, termasuk luka besar di kepalanya.

Namun, Moherat tidak dapat menyelamatkan putranya yang terseret di bawah air.

Dalam video viral yang beredar online, buaya tersebut kemudian muncul ke permukaan dengan tubuh anak laki-laki di rahangnya.

"Terlepas dari upaya terbaik pria itu (Moherat), dia berakhir dengan banyak luka gigitan dan tidak dapat menghentikan putranya diseret ke bawah air," kata Sumsoa Rashid, kepala Badan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lahad Datu seperti dikutip oleh Yahoo News Australia.

“Ada beberapa video viral yang menunjukkan bagaimana korban diserang buaya kemudian ditangkap sebelum diseret ke sungai terdekat.” 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Jasad Bayi Belum Ditemukan

Moherat kemudian dibawa ke Rumah Sakit Lahad Datu untuk perawatan medis.

Polisi, polisi laut, dan pemadam kebakaran setempat terus berupaya untuk menemukan jenazah anak laki-laki itu, menjelajahi perairan sepanjang 2 km dari tempat serangan itu terjadi.

Operasi pencarian dan penyelamatan Kamis dan Jumat lalu tidak berhasil.

3 dari 4 halaman

Peringatan untuk Warga Sekitar

Pejabat berwenang telah memperingatkan penduduk desa yang tinggal di dekatnya untuk menjauh dari air karena buaya tetap berkeliaran.

“Banyak warga di sana bergantung pada sungai untuk makanan dan penghidupan sehingga mereka harus pergi ke air,” kata Sumsoa seperti dikutip.

"Kami telah memperingatkan mereka tentang bahaya ekstra saat ini dan sangat berhati-hati karena buaya kemungkinan besar masih ada di daerah tersebut."

4 dari 4 halaman

Kematian Akibat Buaya

Buaya sering menyerang manusia di daerah asalnya.

Sekitar 1.000 orang terbunuh setiap tahun oleh buaya, menurut ensiklopedia hewan AZ Animals and CrocBITE, database yang mendokumentasikan serangan buaya global.

Namun, sulit untuk mencatat jumlah pasti serangan buaya setiap tahun karena beberapa di antaranya terjadi di daerah terpencil dan tidak dilaporkan. 

Dua tahun lalu, seorang anak tewas diterkam buaya saat berenang di sungai di Lahad Datu bersama temannya.

Anak berusia delapan tahun itu sedang berenang di perairan kurang dari 20 meter dari rumahnya ketika dia diserang. Tubuhnya ditemukan dua jam kemudian di dekat tempat serangan itu terjadi. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS