Sukses

Dari Garut untuk Dunia, Poppy Dharsono Angkat Budaya Jabar Lewat Momentum KTT G20

Liputan6.com, Bali - Selain UMKM lokal, Kementerian Koperasi dan UKM turut membawa budaya Jawa Barat dalam rangkaian acara Future SMEs Village sebagai side event KTT G20 di Nusa Dua, Bali. 

Fashion show bertajuk "The Magnificent Garut" menggandeng desainer ternama Poppy Dharsono dalam membawakan budaya Garut ke mata dunia. Gelaran fesyen ini pun memiliki tujuan utama untuk memperkenalkan keunikan dan kearifan budaya Garut dan Jawa Barat, melalui pengaplikasian pada fesyen modern di forum G20. Ini juga diharapkan bisa bersaing dengan brand-brand kenamaan dunia lainnya. 

"Forum G20 menjadi momentum bagi produk-produk UMKM lokal untuk mengakses pasar global, bahkan masuk ke dalam pasar digital,” kata Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki dalam sambutannya pada Fashion Show The Magnificent Garut di Bali Collection, Minggu (13/11/2022). 

Lebih lanjut, Menteri Teten ingin memperkenalkan Garut sebagai penghasil industri kulit yang memiliki kualitas dunia. Ia memaparkan bahwa Garut memiliki produk yang tidak kalah dengan produksi Eropa, bahkan Garut disebut mampu menghasilkan produk unggulan unik seperti minyak atsiri sebagai produk wellness

Menteri Teten juga mengatakan bahwa potensi besar yang dimiliki Garut sudah sepatutnya untuk didukung lewat program yang sesuai. Tentunya, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan produk lokal di pasar nasional hingga membawa ke pasar global.

“Ini merupakan tugas dan peran penting bagi pemerintah untuk terus memberikan pendampingan, pembiayaan, hingga pemasaran pada sektor-sektor potensial agar dapat bertumbuh hingga menjadi unggulan nasional yang go global,” ujarnya lebih lanjut.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Upaya Pemerintah

Menteri Teten turut menambahkan bahwa demi mencapai tujuan tersebut, perlu adanya pendekatan pelaku UMKM dengan akses yang efisien dan murah. Hal ini dikarenakan jarak atau kesenjangan yang masih dialami oleh sejumlah UMKM. 

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa gelaran fesyen tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki Garut. Ia mengatakan bahwa Garut juga memiliki potensi untuk menghasilkan industri fesyen berkualitas internasional. 

“Potensi industri fesyen Garut sudah siap mendunia, salah satunya dibuktikan melalui pameran di Italia yang telah kami ikuti beberapa waktu lalu mampu menghasilkan perjanjian kerja sama produk berbahan kulit untuk jangka waktu 10 tahun,” kata Rudy.

3 dari 4 halaman

Mampu Bersaing di Dunia

Poppy Dharsono, desainer sekaligus Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengatakan bahwa memang produk fesyen dari Garut tidak kalah dengan brand ternama dan siap bersaing di dunia. Oleh karenanya, ia menegaskan perlunya kreativitas dan keseriusan dalam membawa potensi Garut ke dunia.

Poppy lebih lanjut juga mengapresiasi upaya besar KemenKopUKM yang terus memberikan ruang bagi desainer lokal, seperti halnya ia yang membawa Garut dan mempresentasikannya ke dunia internasional. 

“Melalui Future SMEs Village ini, kami bisa menampilkan karya kami, sekaligus saya berharap mampu menginpirasi desainer-desainer lokal lainnya untuk berani mengambil peluang membawa produk khas daerahnya di pentas dunia,” kata Poppy.

4 dari 4 halaman

Tentang SMEs Future Village

Diselenggarakan pada 10-19 November 2022 di Nusa Dua, Bali, side event ini mengambil tema "Future SMEs Village, Local Wisdom for Global Sustainability." Acara ini merupakan bentuk kepedulian dari Kementerian Koperasi dan UMKM terhadap pengusaha lokal dan pengerajin dalam negeri.

Adapun, acara ini memiliki tujuan utama untuk memamerkan hasil karya anak bangsa demi bisa merambah pasar global. Harapannya, mereka dapat unjuk gigi dan memamerkan karyanya kepada delegasi maupun tamu-tamu yang hadir dalam ajang KTT G20 ini.

Pada momen tersebut, para pelaku usaha memiliki kesempatan untuk menunjukkan keragaman budaya lokal.

Lebih dari 20 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini dalam berbagai bidang mulai dari kuliner, musik, keramahan lingkungan dan lain-lain. 

Future SMEs Village yang berlokasi di area Bali Collection Nusa Dua, dijadikan pusat para delegasi G20 untuk berkumpul dan berinteraksi serta menikmati ciptaan karya terbaik nusantara.

Di Future SMEs Village, para delegasi dapat menikmati Future Mobility, Future Craft, Future Fashion, Future Food dan Future Wellness serta berbagai performance tradisional dan contemporer serta arsitektur berbahan bambu selama pelaksanaan Future SMEs Village.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS