Sukses

Gereja di Nigeria Diserang Kelompok Bersenjata, 31 Orang Tewas

Liputan6.com, Port Harcourt - Sedikitnya 31 orang tewas dalam penyerbuan di tempat saat jemaah sedang berada dalam acara gereja di kota Port Harcourt, Nigeria selatan tepatnya di Negara Bagian Rivers pada Sabtu pagi, kata polisi setempat.

Grace Iringe-Koko, juru bicara polisi di negara bagian tersebut, membenarkan adanya korban kepada wartawan di lokasi kejadian di Port Harcourt.

Pihaknya mengatakan, satu gereja lokal mengorganisir penjangkauan untuk memberikan paliatif kepada masyarakat yang kurang mampu sebelum tragedi itu terjadi.

"Jumlah meninggal 31 orang. Terinjak-injak karena ada gereja yang mencoba memberikan paliatif," kata Iringe-Koko, demikian dikutip dari laman Xinhua, Minggu (29/5/2022).

Acara itu dijadwalkan dimulai pada pukul 9 pagi waktu setempat, tetapi beberapa orang pergi ke sana lebih awal dan masuk ke tempat itu, sehingga terjadi penyerbuan, kata juru bicara itu.

"Jadi orang-orang mulai bergegas masuk dan terjadi penyerbuan," katanya.

Berbicara kepada Xinhua di telepon, Iringe-Koko mengatakan operator penyelamat sedang bekerja di tempat kejadian, dan penyelidikan telah diluncurkan oleh polisi untuk memastikan penyebab insiden yang jauh dan langsung.

Menurut juru bicara itu, sifat program gereja itu pasti akan menarik banyak orang.

Insiden penyerbuan dan penembakan pada Desember 2020 juga merenggut beberapa nyawa ketika kerumunan berkumpul untuk paliatif Natal yang diselenggarakan oleh platform penjualan online di Port Harcourt, menurut penyiar lokal Channels TV pada hari Sabtu.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Penembakan di Plateau Nigeria Tewaskan 36 Orang

Penembakan terjadi di Plateu, Nigeria. Sebanyak 36 orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.

Penyerang juga menghancurkan bangunan dalam serangan malam tepatnya di sebuah desa dekat Kota Jos, Nigeria Tengah, kata pemerintah di daerah yang dilanda bentrokan etnis.

Juru bicara militer mengatakan, orang-orang bersenjata itu masuk dari rumah ke rumah untuk membunuh penduduk di Yelwa Zangam pada Selasa 24 Agustus 2021 malam waktu setempat. Pasukannya berusaha untuk sampai ke daerah itu, karena sebuah jembatan telah hancur.

Jos merupakan ibu kota Plateau, negara bagian yang disebut Sabut Tengah Nigeria telah dilanda pertempuran antar-kelompok Hausa-Fulani, yang mendominasi seluruh Nigeria Utara, serta sejumlah kelompok etnis lokal yang jauh lebih kecil.

Gubernur negara Bagian Plateau, Simon Lalong mengatakan serangan itu sebagai tindakan yang brutal. Pasukan keamanan telah dikerahkan untuk memburu tersangka, dan saat ini telah menangkap 10 tersangka, seperti dikutip dari CNN, Jumat (27/08/2021).

Akibat penembakan tersebut, saat ini diberlakukan juga pengawasan malam guna mencegah hilangnya nyawa dan harta benda lebih lanjut. Sebelumnya, pihak berwenang baru-baru ini melonggarkan jam malam yang diberlakukan setelah penyerang membunuh 22 penumpang di daerah yang sama pada 14 Agustus.

3 dari 4 halaman

Peningkatan Kekerasan Akibat Kemiskinan

Seorang penduduk setempat mengatakan para penyerang adalah orang Fulani dari daerah terdekat yang terlibat dalam perseteruan dengan komunitas Yelwa Zangam.

Kemudian, seorang petugas rumah sakit di Jos mengatakan bahwa 36 mayat telah dibawa dari desa tersebut.

Tahun ini, seluruh Nigeria mengalami peningkatan kekerasan yang tinggi. Penculikan untuk uang tebusan dan perampokan bersenjata biasa terjadi di Nigeria.

Faktor mendasar penyebab kekerasan datang dari kemiskinan yang memperkuat persaingan untuk sumber daya dan pekerjaan. Lalu di Sabuk Tengah, persaingan antar suku dan agama semakin kompleks.

Hausa-Fulani, yang berjumlah puluhan juta di seluruh Nigeria dan sebagian besar Muslim, dipandang sebagai ancaman oleh beberapa kelompok Sabuk Tengah yang lebih kecil, yang sebagian besar beragama Kristen.

4 dari 4 halaman

Penembakan Warga Desa di Kogi Nigeria Tewaskan 14 Orang

Setidaknya 14 warga desa tewas oleh sejumlah serangan bersenjata di negara bagian Kogi, Nigeria tengah, kata polisi, yang menyebut serangan itu sebagai kekerasan komunal.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis (30/7/2020), serangan malam hari di Desa Agbudu di daerah Koton-Karfe juga menyebabkan enam orang terluka parah, kata komisaris polisi negara bagian Ede Ayuba, Nigeria dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

"Aku ada di sana dan aku adalah bagian dari mereka yang mengambil beberapa jasad yang kita bicarakan," kata Ayuba.

Dia mengatakan 13 orang yang tewas adalah anggota keluarga yang sama.

"Dalam keluarga itu, hanya satu orang yang selamat."

"Pamannya, ibunya, istri pamannya, adik laki-lakinya, istri kakak laki-lakinya, istrinya dan semua anak-anaknya terbunuh," katanya.

Ayuba mengatakan, penyelidikan telah dilakukan untuk menyelidiki insiden itu, ia menambahkan bahwa perselisihan lama tentang hak atas tanah di Kogi, Nigeria adalah motif yang mungkin terjadi.