Sukses

Gempa Afghanistan Ternyata Guncang Wilayah Terpencil 2 Kali

Liputan6.com, Kabul - Dua gempa bumi mengguncang provinsi Badghis barat Afghanistan di sepanjang perbatasan dengan Turkmenistan pada Senin 17 Januari 2022 sore waktu setempat. Menewaskan sedikitnya 22 orang, kata seorang pejabat setempat.

Sejumlah media menulis jumlah korban tewas gempa Afghanistan mencapai 26.

Ada kekhawatiran jumlah korban tewas dapat meningkat lebih jauh ketika penyelamat pertama mencapai beberapa desa terpencil yang dilanda gempa di salah satu daerah paling miskin dan terbelakang di Afghanistan.

Bas Mohammad Sarwari, kepala departemen budaya dan informasi provinsi itu, mengatakan sejumlah rumah hancur akibat gempa.

Survei Geologi AS mencatat gempa berkekuatan magnitudo 5,3 pada pukul 02.00 siang. dan yang kedua, berkekuatan megnitudo 4,9 pada pukul 04.00 sore waktu lokal. Mereka mengguncang 41 kilometer (25 mil) timur dan 50 kilometer (31 mil) tenggara Qala-e-Naw, ibu kota provinsi.

Sarwari mengatakan warga yang ketakutan melarikan diri dari rumah mereka untuk keselamatan.

Gempa yang lebih kuat melanda distrik Qadis di ujung selatan provinsi, di mana sebagian besar kerusakan dan kematian terjadi, menurut Sarwari. Petugas masih mengumpulkan informasi. Menjelang malam, hanya empat desa yang terdengar, katanya. Gempa 4,9 pertama berpusat di distrik Muqur, katanya.

“Besok kami ada rencana untuk mengirimkan tim SAR dan juga bantuan untuk keluarga korban,” ujarnya.

Sarwari mengatakan gempa bumi terasa di seluruh provinsi. Beberapa rumah di Qala-e-Naw, ibu kota provinsi, mengalami retakan tetapi tidak ada luka parah atau kerusakan yang meluas, tambahnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

700 Rumah Rusak

Mullah Janan Saeqe, kepala Pusat Operasi Darurat Kementerian Negara Urusan Darurat Afghanistan, membenarkan jumlah korban tewas dan mengatakan lebih dari 700 rumah rusak.

Sanullah Sabit, kepala unit perawatan di rumah sakit utama di ibu kota Badghis, mengatakan mereka telah menerima lima pasien yang terluka akibat gempa, kebanyakan dengan patah tulang dan patah tulang.

Gempa itu berada pada kedalaman 30 kilometer, menurut Pusat Seismologi Eropa-Mediterania. 

3 dari 3 halaman

Infografis 5 Cara Lindungi Diri dan Cegah Penyebaran COVID-19 Varian Omicron