Sukses

Anggota Taliban Dilarang Selfie, Dianggap Tak Sesuai Syariat Islam

Liputan6.com, Kabul - Militan Taliban di Afgahnistan mendapat teguran dari menteri pertahanan pemerintah mereka, Mullah Mohammad Yaqoob. Mereka diberitahu untuk menahan diri dari jalan-jalan di tempat-tempat wisata dan berbagi selfie di media sosial, demikian Wall Street Journal (WSJ) melaporkan.

Sejak Taliban mengambil alih Kabul, memang beredar sejumlah gambar yang memperlihatkan mereka bermain di taman hiburan dan pergi piknik – bahkan ada foto yang dibagikan menunjukkan anggota Taliban mengendarai perahu dayung berbentuk angsa.

Laporan WSJ mengatakan banyak anggota Taliban belum pernah ke kota sebelumnya.

"Ketika tidak bertugas, mereka melihat-lihat, piknik, dan mengunjungi taman hiburan, dalam jalinan senjata dan sorban. Anggota Taliban dari tempat lain di Afghanistan juga datang untuk melihat Kabul dalam perjalanan wisata,” kata laporan itu.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tempat Wisata yang Paling Banyak Dikunjungi Anggota Taliban

Beberapa tempat yang paling banyak dikunjungi militan Taliban yang "bersantai" adalah Danau Qargha, di mana perahu pedal tersedia untuk dikendarai, kebun binatang Kabul, dan lingkungan Wazir Akbar Khan yang memiliki bukit berumput yang menghadap ke kota.

Namun, Mullah Mohammad Yaqoob mengatakan dalam pesan audio bahwa patroli harus dibatasi di daerah-daerah di mana mereka ditugaskan. Ia juga mengkritik beberapa militan karena pergi ke kantor-kantor pemerintah di mana mereka tidak memiliki urusan dan mengambil foto narsis.

"Ini sangat tidak pantas karena semua orang mengambil ponsel dan mengambil foto di kementerian penting dan sensitif tanpa alasan apa pun," katanya seperti dikutip dari Arab News, Rabu (29/9/2021).

"Bergaul dan mengambil foto dan video seperti itu tidak akan membantu Anda di dunia ini, dan juga di akhirat."

Dia juga mendesak mereka, menurut laporan itu, untuk memperbaiki penampilan mereka dan mematuhi apa yang dia sebut sebagai syariat Islam.