Sukses

Demi Menang Lotre, Pria di Inggris Bunuh 2 Saudara Perempuan untuk Ritual Setan

Liputan6.com, Wembley - Seorang pria yang menikam dua saudara perempuan untuk menjadi "pengorbanan" dalam sebuah ritual setan agar ia dapat memenangkan lotre dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan.

Dikutip dari BBC, Rabu (7/7/2021), Danyal Hussein (19) membunuh Bibaa Henry dan Nicole Smallman di Fryent Country Park, Wembley, Inggris, pada 6 Juni 2020.

Ia berulang kali menikam mereka setelah pesta ulang tahun Bibaa.

Kedua badan mereka ditemukan di sana oleh pacar Nicole sehari setelah mereka dilaporkan hilang ke pihak berwenang.

Saat kedua saudara perempuan tidak pulang dari acara ulang tahun Bibaa, orang-orang terdekat mereka kembali ke taman untuk mencari mereka dan dua hari kemudian menemukan kacama hitam salah satu wanita tersebut dan sebuah pisau.

Adam Stone, pasangan Nicole, menemukan dua mayat di semak-semak saat ia sedang menelpon polisi.

Dalam pernyataan dampak korban yang dibacakan di pengadilan, ibu mereka mengatakan, "Tidak ada yang mengharapkan anak-anak mereka mati sebelum mereka, tetapi dua dari tiga anak Anda dibunuh dalam  semalam adalah hal yang tidak dapat dipahami."

"Jika ada kebaikan yang keluar dari ini, setidaknya empat wanita lain tidak akan menemui akhir yang sama dalam apa yang disebut perjanjian dengan apa yang disebut iblis."

Sebelumnya, Danyal dilaporkan telah dirujuk oleh sekolahnya ke program kontra-ekstremisme pemerintah, Prevent.

Pada Oktober 2017, saat ia berusia 15 tahun, Danyal dirujuk ke skema deradikalisasi karena konten yang ia akses di komputer sekolah.

Sejak lama, Danyal memiliki minat mengenai mitologi, Setanisme, dan okultime.

Ia dimasukkan ke dalam "Channel programme", program yang paling mengkhawatirkan di Prevent. Ia dibebaskan pada 2018.

Selama persidangan, juri mendengar bahwa Bibaa ditikam delapan kali dan Nicole sebanyak 28 kali.

Danyal juga melukai dirinya sendiri selama serangan itu dan bukti DNA yang ditemukan di tempat kejadian menghubungkannya dengan pembunuhan.

 

 

2 dari 3 halaman

Sudah Menghabiskan Lebih dari 3 Juta Rupiah

Hampir sebulan setelah pembunuhan, polisi membuat hubungan keluarga DNA dengan ayah Danyal, yang sebelumnya mempunyai sejarah di kepolisian, dan petugas menggerebek rumah terdakwa.

Di kamar Danyal, polisi menemukan tiga tiket lotre terlipat di dalam surat yang ditandatangani dengan darah. Di dalamnya, Danyal berjanji untuk mengorbankan enam wanita setiap enam bulan dengan imbalan memenangkan lotre tersebut.

Selama sepuluh hari setelah pembunuhan, ia menghabiskan lebih dari tiga juta rupiah untuk tiket lotre dan taruhan, semuanya tanpa hasil.

Dalam catatan lain yang ditemukan di kamarnya, Danyal juga menawarkan darah kepada "ratu iblis Byleth" dengan imbalam membuat seorang gadis di sekolahnya jatuh cinta kepadanya.

Setelah ia ditangkap, ia memberi tahu polisi bahwa ia menderita sindrom Asperger dan memiliki masalah dengan ingatannya, tetapi kemudian menolak untuk menjawab pertanyaan apa pun.

Danyal tidak memberikan bukti selama persidangan, tetapi membantah bahwa ia adalah seorang pembunuh.

 

Reporter: Paquita Gadin

3 dari 3 halaman

INFOGRAFIS: Waspada Anak Tertular COVID-19