Sukses

Vaksin COVID-19 Pfizer Dapat Izin Penggunaan Darurat di Vietnam

Liputan6.com, Hanoi - Vietnam menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech untuk di dalam negeri, menurut pemerintah pada Sabtu (12/6).

Persetujuan penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech itu merupakan vaksin keempat yang didukung oleh pemerintah negara Asia Tenggara tersebut, yang sedang menangani wabah baru virus corona --Reuters mewartakan seperti dikutip dari Antara, (14/6/2021).

Vietnam, yang sebelumnya merestui vaksin COVID-19 AstraZeneca, Spuntik V Rusia dan vaksin Sinopharm asal China, mengatakan sedang berupaya mendatangkan 31 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech untuk pengiriman kuartal mendatang.

Vietnam sedang berusaha mempercepat pengadaan vaksin guna mengatasii gelombang infeksi yang lebih berat, meskipun beban kasus dan jumlah kematian secara keseluruhan masih relatif rendah.

Kementerian Kesehatan pada Sabtu juga mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan manufaktur AS yang dirahasiakan untuk memproduksi vaksin dosis tunggal dengan tujuan menghasilkan 100-200 juta dosis per tahun.

Vietnam, dengan sekitar 98 juta penduduk, mencatat total 10.241 kasus, dengan 58 kematian COVID-19, sejak awal pendemi. Program vaksinasi di negara itu mulai digelar pada Maret.

Sedikitnya 1,4 juta orang di Vietnam telah disuntik dosis pertama vaksin COVID-19, sementara 53.127 orang telah menerima dosis lengkap, menurut data resmi.

 

2 dari 2 halaman

Update COVID-19 di Dunia 13 Juni 2021

Kasus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 175,6 juta kasus. Total meninggal yang tercatat ada 3,7 juta, sementara total dosis vaksinasi sudah 2,3 miliar.

Berikut lima negara dengan kasus COVID-19 tertinggi, Minggu (13/6/2021):

1. Amerika Serikat: 33,4 juta

2. India: 29,4 juta

3. Brasil: 17,3 juta

4. Prancis: 5,7 juta

5. Turki: 5,2 juta

Selanjutnya, ada kasus di Rusia yang mencapai 5,1 juta kasus.

Negeri jiran Malaysia yang sedang melaksanakan lockdown mencapai 652 ribu kasus. Sementara, Kerajaan Arab Saudi mencatat 464 ribu.

Arab Saudi akhirnya memutuskan agar jemaah internasional tidak ikut haji 2021.

Kasus Indonesia saat ini sudah mencapai 1,9 juta kasus. Indonesia juga memutuskan tidak memberangkatkan haji 2021.